Menag Respon Usulan Politisi Lampung Soal Candi Prambanan jadi Pusat Hindu Dunia

  • Bagikan
Menteri Agama (Menag) Gus Yaqut didampingi Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memukul gamolan pekhing sebagai tanda peluncuran seleksi prestasi akademik nasional dan ujian masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (SPAN-UM PTKIN) tahun 2021 di kampus UINRL, Sukarame, Bandarlampung, Kamis (14/1). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID-Candi Prambanan disiapkan sebagai pusat ibadah Hindu dunia. Hal ini disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat rapat dengan DPR RI, Kamis (8/4). Keberadaan Candi Prambanan itu sendiri disinggung anggota Komisi VII Fraksi PDIP asal Dapil Lampung, I Komang Koheri. Komang menyampaikan harapannya agar Candi Prambanan diproyeksikan jadi pusat ibadah umat Hindu.

“Alangkah indahnya gimana kalau Candi Prambanan juga dijadikan pusat ibadah umat Hindu, Gus, mungkin nanti jadi juga umat Hindu di seluruh dunia jadi rujukan sehingga tidak hanya jadi tempat wisata,” katanya seperti dilansir detikcom.

Selain itu, Komang juga mengkritisi kuota formasi PPPK untuk guru agama Hindu jauh lebih sedikit dibanding agama lain. Menurut Komang, hanya ada 403 orang saja.

Baca Juga:   Airlangga Hartarto Keturunan Trah Mangkunegara

“Padahal umat Hindu ini juga tersebar di seluruh Nusantara, di Lampung saja hak-hak untuk pendidikan agama ini kan diharuskan diajar oleh guru agama, jadi pertimbangan Pak Menteri dengan persentase nggak sama ini mohon disamakan Pak, agama Katolik 1.200, agama Kristen 2.700 kenapa dari Hindu dan Buddha sangat kecil,” tuturnya.

Menag Yaqut menyatakan terkait jumlah formasi guru agama, pihaknya hanya menghimpun data dari pemda. Dia meminta Komang berkoordinasi dengan Komisi II. Dijelaskan Yaqut, angka kebutuhan guru itu muncul dari pemda. Bukan dari Kemenag. Untuk persoalan penambahan guru, lanjutnya, bisa dikoordinasikan dengan Komisi II DPR RI.

Sedangkan, terkait rencana Candi Prambanan Kemenag menyatakan tengah menyiapkan seperti usulan Komang. Yaqut juga menjamin Kemenag mengafirmasi semua agama. “Jadi sebelum Bapak bertanya, kita sudah laksanakan kira-kira begitu. Ya sesuai permintaan tadi,” ujarnya. (dtc/wdi)



  • Bagikan