Mendagri: Kepala Desa Harus Bersinergi dengan Semua Pihak Untuk Dana Desa

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) meminta kepada Aparatur Pemerintah Desa harus dapat bersinergi dengan sejumlah pihak. Karena, Kepala Desa merupakan ujung tombak masyarakat.

Hal diungkapkan Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo saat menghadiri Launching Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa dan Kelembagaan Desa Untuk Memperkokoh Peradaban Bangsa Menuju Desa yang Sejahtera, digedung graha Mandala Alam, di Jalan Pagar Alam, Kedaton, Bandarlampung, Rabu, (18/7).

“Saya hanya mengingatkan Kepala Desa tidak berdiri sendiri tapi ingat. Maka dari itu minta perlu bersinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat, untuk dilibatkan berdialog agar memecahkan masalah,” ujar Tjahyo.

Selain para tokoh, lanjut Tjahyo, Kepala Desa juga diminta bersinergi Babhinkabtimas dan Babinsa karena keduanya merupakan kekuatan yang harus turut bersinergi.

Baca Juga:   Terbukti Langgar Prokes, Wabup Lamteng Dihukum Bersihkan Fasum

“Kepala Desa juga harus merangkul pihak- pihak tersebut dan dapat mengikuti perkembangan dinamika dengan baik. Selanjutnya petakan dengan baik setiap wilayah desa, potensi apa? Potensi SDA apa? Dan potensi bencananya apa?,” paparnya.

Masih kata dia, dana yang masuk di desa melalui Program Gerbang Desa. Presiden Joko Widodo menginginkan pembangunan dapat dinikmati masyarakat desa dan melaporkan proses penggunaan dana desa.

“Saya juga minta kepada Menteri Keuangan agar lebih dipermudah. SPJ dana desa, Menteri Keuangan kalau bisa laporannya dibikin ringkas dalam penggunaan dana desa dan jangan perangkat desa dibebani proses laporan pertanggung jawaban,” kata dia.

Dia menambahkan, selanjutnya dalam pengunaan dana desa , kepala desa tidak diperkenankan menggunakan untuk pembangunan maupun rehabilitasi Kantor kepala desa.

Baca Juga:   Penampakan Ruang Asrama Haji Rajabasa yang Akan Jadi RS Darurat

“Selain itu, kepala desa harus turut memetakan wilayah rawan radikalisme dan terorisme, termasuk wilayah rawan kejahatan jadi kepala desa harus cermat,” tandasnya. (ndi/ang)




  • Bagikan