Mengaku Bisa Memanggil Malaikat, Mbah Mijan Akhirnya Tobat

  • Bagikan
Mbah Mijan (pakai blangkon) bersama anak buahnya mengaku bertobat dari kepercayaan yang akhirnya diakuinya menyimpang. FOTO FACHRID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Mbah Mijan Miharjo (59) dan muridnya Adiyanto (45) menyatakan bertobat dari kepercayaan yang dianut selama dua tahun terakhir. Dua warga Kampung Renobasuki, Kecamatan Rumbia, Lampung Tengah, ini mengaku bahwa selama ini memeluk ajaran yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat, kepada pemerintah, dan kepada semua pihak atas kesalahan saya sebagai manusia biasa. Saya berjanji telah bertobat dari ajaran menyimpang itu. Mohon saya diterima lagi di masyarakat. Saya berharap, semoga anak cucu saya tidak mengikuti,” kata Mbah Mijan.


Keduanya pun telah mengucap Dua Kalimat Syahadat di Musala At-Taufik, kompleks Mapolsek Rumbia. Pengucapan kalimat ini disaksikan unsur Forkopimcam Rumbia dan Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) Lamteng, Selasa (9/3).

Baca Juga:   Gedung Pemprov Lampung Diserbu Denjaka dan Marinir

Diketahui Mbah Mijan mengaku bisa memanggil rasul dan malaikat kapan pun mau. Kemudian mengubah ayat-ayat dalam kitab suci Alquran sehingga membuat beda arti.

“Terkuaknya aliran menyimpang ini berawal dari keresahan masyarakat di wilayah setempat. Namun, aliran yang membuat resah ini tidak disampaikan langsung Mbah Mijan. Melainkan oleh seorang muridnya bernama Broto. Broto sudah menyatakan tobat lebih dahulu,” kata Kapolsek Rumbia Iptu Eko Heri Susanto mewakili Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro.

Keresahan ini, kata Eko, ditelusuri oleh Forkopimcam Rumbia. Akhirnya didapati Mbah Mijan. Kemudian pada 1 Februari 2021 dilakukan klarifikasi langsung terhadap Mbah Mijan.

Diketahui Mbah Mijan ternyata membuka pengobatan secara tradisional di rumahnya. “Kita bersama-sama melakukan mediasi dan pendekatan hingga mau bertaubat serta meninggalkan aliran yang dianutnya itu. Meskipun masih dalam skala kecil, aliran-aliran seperti ini berpotensi menimbulkan keresahan dan gangguan kamtibmas,” ungkapnya.




  • Bagikan