Mengamen Keliling Tidak Halangi Soleh Berpuasa

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Pekerjaan yang ditekuni menjadi seorang pengamen musik boks berjalan kaki keliling hingga berkilo-kilo meter tidak menghalanginnya untuk menjalankan kewajibannya di bulan suci ramadan

Soleh (26) pemuda asal Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Bandarlampung ini, kurang lebih sudah hampir dua tahun menekuni profesi sebagai pengamen musik boks keliling disejumlah pasar tradisional.

Soleh menceritakan, untuk mencapai ketempat tujuannya mengamen di beberapa pasar tradisional di Kota Bandarlampung, dirinya berangkat dari kediamannya sejak pagi yakni pukul 9.00 wib, dari rumahnya tersebut kemudian dia naik angkutan umum sampai turun ketempat tujuannya.

“Kalau sudah sampai pasar, saya mulai mengamennya, di pasar itukan saya nyanyi sambil bawa musik boks keliling ketempat beberapa pedagang. Gimana coba nyanyi sambi bawa musik boks terus keliling pasti haus, meski gitu nggak menghalangi saya puasa, yang penting niat,” ujarnya sambil menghitung uang hasil ngamen, saat ditemui di pasar tamin, Senin, (21/5).

Baca Juga:   Jelang HAN 2021, KPA Bandarlampung Minta Isi Kepedulian Terhadap Anak dan Sesama

Dia mengaku, hasil dari mengamen ini tidaklah menentu. Namun, begitu hasilnya cukup untuk keperluan sehari-hari dan memenuhi kebutuhan rumah yang ditempati bersama adiknya.

“Kalau hasilnya alhamdulilah cukup untuk keperluan sehari-hari dan bayar kontrakan. Hasil ngemen sehari bisa dapat 100 ribu, tapi gak setiap hari saya ngamen, paling seminggu 4 kali, tapi kalau bulan puasa 3 kalilah,” paparnya.

Masih kata dia, dirinya bersama adiknya serta adik iparnya memiliki bangunan rumah sendiri namun diharuskan membayar tanah yang di kontrakkannya.

“Kan tempat saya tinggal itu tanahnya sewa, kalau rumahnya sendiri, saya tinggal sama adik perempuan dan adik ipar saya, sedangkan kakak yang lain sudah pada pisah karena udah nikah semua,” paparnya.

Baca Juga:   Ini Instruksi Walikota Terkait Bandarlampung Masuk dalam Kategori PPKM Level 4

Dia menambahkan, tujuan tempat meraup rezeki bukan hanya di pasar tradisional di Kota Bandarlampung saja, dirinya beberapa kali pernah mengamen di wilayah Kota Metro dan Tulangbawang.

“Soalnya kalau disini saja ngamennya dapatnya cuma segitu-gitu saja, karena banyak pengamen juga sih disini. Terus alat musik boks yang saya pakai juga bukan punya sendiri tapi sewa juga sehari Rp. 25 ribu,” pungkasnya. (ndi/ang)




  • Bagikan