Mengapa Dilarang Turunkan Masker ke Dagu termasuk Saat Makan? Begini Penjelasannya

  • Bagikan
ilustrasi dok eurowildlife.org

RADARLAMPUNG.CO.ID – Belakangan, viral meme juga video larangan menurunkan masker ke dagu, meskipun saat makan. Sepintas, itu hal yang membingungkan juga janggal. Namun, bila ditelisik lebih dalam, itu adalah imbauan yang bersifat positif.

Hasil penelusuran Radarlampung.co.id, itu adalah imbauan Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto pada Senin (14/7) lalu. Dilansir Jawapos.com, masyarakat diminta memakai masker dengan benar untuk mencegah penularan virus Corona. Salah satunya adalah menggunakan masker dengan benar dan tidak diturunkan ke dagu.

Yurianto menjelaskan, menarik masker ke dagu justru bisa mentransfer virus. Misalnya saat kotoran atau virus sedang menempel di bagian dagu ke arah leher justru bisa mengontaminasi bagian dalam masker.

Baca Juga:   Vaksinasi Covid-19 Bagi Masyarakat Umum di Tanggamus Tunggu Kiriman Stok Vaksin

“Seringkali orang tak menyadari menurunkan masker ke dagu, lalu naikkan lagi, itu bisa saja memasukkan kuman yang nempel di dagu pindah dari luar ke dalam,” paparnya dalam konferensi pers, Senin (14/7).

Yuri mengingatkan agar selalu memakai masker yang benar. Jika terpaksa sedang berbicara di depan podium atau harus makan dan minun atau aktivitas lainnya yang terpaksa harus membuka masker, maka masker jangan diturunkan.

“Kalau terpaksa lepas, jangan disangkutkan di dagu. Lepas maskernya, bukan diturunkan di dagu. Lepas,” tegasnya.

Yurianto memaklumi banyak orang tak nyaman memakai masker dalam waktu yang lama. Maka kuncinya adalah harus tepat dalam memilih masker. “Carilah masker yang nyaman, yang masih ada ruang bernapas dengan baik antara hidung dan masker,” jelasnya. (sur)




  • Bagikan