Menko Airlangga Ungkap Lima Strategi Indonesia Pimpin Presidensi G20

  • Bagikan
AIRLANGGA HARTARTO

Tak hanya itu. Presidensi G20 Indonesia juga berpotensi menghasilkan devisa bagi Indonesia jika diselenggarakan secara fisik pada akhir 2022.

Ia memastikan pemerintah telah membangun portal Document Management System (DMS) untuk menata secara digital dokumen substansi terkait G20 dan menjadi bagian integral Sekretariat Sherpa G20 Indonesia yang dapat diakses oleh seluruh K/L yang terlibat di G20.

Hal itu dilakukan untuk mendukung kesiapan infrastruktur teknologi dalam persiapan Presidensi G20 Indonesia.

“Ini merupakan inisiatif yang bagus untuk memastikan proses penyusunan substansi yang transparan dan akuntabel terutama bagi instansi yang selama ini menaungi G20,” katanya.

Sebagai informasi, sesuai kesepakatan KTT G-20 di Riyadh pada 2020 Indonesia akan menjadi Presidensi G-20 pada 2022 yang maju setahun lebih awal dari rencana semula pada 2023.

Baca Juga:   PKL dan Warung Kecil Level 4 Bakal Dapat Insentif Rp1,2 Juta

Hal itu terjadi setelah India mengajukan pertukaran dengan Indonesia karena membutuhkan waktu persiapan yang lebih panjang serta Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN pada 2023.

KTT G-20 rencananya akan diselenggarakan pada November 2022 di Bali dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam setiap pertemuan yang akan dilakukan secara fisik dengan melibatkan sekitar 6.500 delegasi asing. (rls/ais)

 




  • Bagikan