Menteri BUMN Optimis, Ekonomi Indonesia Terus Bertumbuh


Diskusi : Mentri BUMN Eric Thohir saat memberikan pemaparan pada dialog dan diskusi peran kementerian BUMN terhadap pemulihan perekonomian pasca covid-19 di Ballroom Swisbel Lampung, Selasa (10/5). Dialog tersebut dimoderatori oleh Direktur PT WSM Holding Radar Lampung group Hi. Ardiansyah dan Ketua DPP Apindo Lampung Ary Meizari Alfian. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Diskusi : Mentri BUMN Eric Thohir saat memberikan pemaparan pada dialog dan diskusi peran kementerian BUMN terhadap pemulihan perekonomian pasca covid-19 di Ballroom Swisbel Lampung, Selasa (10/5). Dialog tersebut dimoderatori oleh Direktur PT WSM Holding Radar Lampung group Hi. Ardiansyah dan Ketua DPP Apindo Lampung Ary Meizari Alfian. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menteri BUMN RI, Erick Thohir optimis, perekonomian Indonesia akan terus bertumbuh di tahun-tahun mendatang.

Hal itu diungkapkannya saat menghadiri acara Halal Bihalal Idul Fitri 1443 H, Dialog dan Diskusi yang digelar di Hotel Swiss-belHotel Lampung pada Selasa (10/5).





Erick mengatakan, dirinya optimis jika perekonomian Indonesia dapat tumbuh dengan baik pasca pandemi COVID-19, dibandingkan negara-negara lain di dunia.

“Kalau dilihat pertumbuhan ekonomi rata-rata hanya 3 persen. Maka Indonesia cukup besar (pertumbuhan ekonomi, red) hingga 5 persen dengan inflasi rata-rata 3 persenan,” katanya

Lebih jauh dia mengatakan, Untuk mewujudkan Indonesia 2045, Indonesia harus siap menghadapi 5 tren disrupsi.

Diantaranya pertama, yakni Geo-ekonomi, dimana negara dengan ekonomi yang kuat dapat mempengaruhi kebijakan perdagangan global.

Baca Juga:   Meresahkan, Orang Bercadar Putih dan Berkacamata Hitam Minta-minta di Pringsewu

Kedua, Demografi, dimana perubahan perilaku dan kondisi ekonomi sosial berpengaruh pada pola konsumsi masyarakat.

Ketiga, Lingkungan, yakni perubahan iklim dan kondisi lingkungan yang berpengaruh pada pola operasi perusahaan dan perilaku konsumen.

Keempat, Teknologi, dimana inovasi berkelanjutan merubah model bussines yang konvensional. Serta kelima, Kesehatan, dimana isu kesehatan menjadi lifestyle dan merubah perilaku konsumen.

“Kita harus menyikapi trend pertumbuhan ekonomi saat ini dan mempersiapkan bisnis yang berkelanjutan,” tambah dia.

Dia menyebutkan, ada empat parameter kunci bisnis yang berkelanjutan diantaranya, transformasi digital, peka terhadap nilai dan dinamika pasar, inovasi berkelanjutan, dan manajemen neraca keuangan yang sehat.

Sementara itu, menurut dia, ada lima sektor industri yang berpotensi berkembang yakni sektor kesehatan, makanan dan minuman, digital, finansial dan logistik.

Baca Juga:   Kaus Oblong

Di samping itu, dia juga menyampaikan, pemerintah melalui Himbara melanjutkan dan menambah insentif KUR dalam rangka mempercepat pemulihan UMKM.

Berdasarkan data yang dimiliki Erick, Share KUR terhadap GDP Indonesia mencapai 15,2 persen. Sedang, share KUR HIMBARA terhadap KUR Nasional sebesar 92,4 persen. Sementara target KUR Himbara 2022 Rp338,6 triliun.

“Program Himbara mendukung ekosistem wirausaha di Indonesia agar kompetitif dan naik kelas. Digitalisasi menjadi kunci pertumbuhan ekonomi yang terintegrasi saat ini dan masa yang akan datang,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Apindo Lampung, Ari Meizari Alfian dalam sambutannya mengatakan, langkah strategis menteri BUMN dalam memerangi Covid-19 dapat dirasakan bersama, sehingga lebaran kali ini dapat lebih terasa.

Baca Juga:   Cabuli Anak Didiknya, Oknum Guru Divonis 5 Tahun dan Denda Rp1 Miliar

“Dalam acara ini juga kita meminta kontribusi dari para hadirin untuk memberikan masukan kepada pak menteri untuk mengambil kebijakan kedepannya,” katanya.

Diketahui, acara Halal Bihalal Idul Fitri 1443 H, Dialog dan Diskusi kali ini mengusung tema Peran Kementerian BUMN RI terhadap pemulihan perekonomian Pasca COVID-19.

Kegiatan ini juga dihadiri Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana, Direktur PT WSM (Holding Radar Lampung Group), H. Ardiansyah, kalangan Akademisi Lampung dan sejumlah organisasi lainnya di Lampung. (Ega/yud)