Menteri Koperasi dan UKM RI Apresiasi Sinergi BI dengan Pemerintah

  • Bagikan
Opening Ceremony Lampung Begawi 2021 di Bank Indonesia Lampung. Foto Ruri/Radarlampung.co.id
Opening Ceremony Lampung Begawi 2021 di Bank Indonesia Lampung. Foto Ruri/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – UMKM harus go digital agar dapat lebih bertahan dalam kondisi apapun. Hal ini dikatakan Menteri Koperasi dan UKM RI saat Opening ceremony Lampung Begawi di Bank Indonesia, Kamis (9/9).

Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki menyatakan kebanggaannya dengan rangkaian acara Lampung Begawi 2021 tersebut. Dirinya percaya dengan berkolaborasi, UMKM dapat naik kelas seperti yang ditunjukkan sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dengan Bank Indonesia.


Dikatakannya, melalui gerakan bangga buatan Indonesia, pihaknya menargetkan UMKM go digital mencapai 30 juta di tahun 2024, dan menggunakan sistem pembayaran QRIS.

“Berbagai riset membuktikan, UMKM yang telah bertransformasi ke digital, memiliki ketahanan yang lebih saat, dan lebih efisien. Bahkan omsetnya banyak yang meningkat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, koperasi di Lampung yang telah masuk ke grade A dan B cukup tinggi sekitar 492 koperasi atau 24 persen dari koperasi yang aktif.

“Dan itu potensi kita untuk berkembang. Pemerintah pun harus memberikan kemudahan agar dapat berkembang seperti pembiayaan,” ucapnya.

Baca Juga:   Bioskop Mulai Buka, Ini Aturan yang Harus Diikuti Pengunjung

Menurutnya, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, BI, BUMN, swasta dan lainnya harus menjadi gerakan bersama di seluruh Indonesia.

“Kita rawat optimisme, demi perekonomian nasionalyang kokoh dan mandiri,” imbuhnya.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, Provinsi Lampung telah mengambil arah dan strategis kebijakan dalam rangka peningkatan pemberdayaan sebanyak 192.234 UMKM yang tersebar di Provinsi Lampung. Program yang dilakukan antara lain melalui pendmpingan dan kemitraan, penguatan kelembagaan, fasilitasi pembiayaan, jaringan usaha dan pemasaran berbasis digital.

“Acara Lampung Begawi ini, semoga bermanfaat, dan semoga segera memulihkan ekonomi Lampung melalui pengembangan UMKM priwisata, ekonomi keuangan syariah, dan ekonomi keuangan digital,” katanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Budiharto Setyawan mengatakan, Bank Indonesia Provinsi Lampung selalu melakukan sinergi dengan pemerintah daerah, stake holder terkait diantaranya Dekranasda dengan melaksanakan berbagai program sinergi di bidang pemberdayaan UMKM, pariwisata, ekonomi dan keuangan syariah, serta ekonomi dan keuangan digital, dalam rangka mendukung program nasional Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (GBWI).

Baca Juga:   Telkomsel Perluas Layanan 4G/LTE juga VoLTE

Dari sinergi tersebut, Bank Indonesia Provinsi Lampung melaksanakan kegiatan ”Lampung Begawi 2021” dengan tema “Bersinergi Mengakselerasi Pemulihan Ekonomi Lampung melalui Pengembangan UMKM, Pariwisata, Ekonomi Syariah dan Digital” dari tanggal 9 sampai 12 September 2021, yang diantaranya terdiri dari Showcasing dan belanja berbasis digital produk 60 UMKM melalui website lampungkreatif.com dan livestreaming, promosi pariwisata Lampung, pelepasan Ekspor Produk UMKM Coklat Krakakoa ke Singapura, dan lainnya.

“Kami berharap rangkaian Lampung Begawi dapat memberikan dampak secara luas bagi pemulihan ekonomi.dan tentunya kami juga berharap sinergi dapat terus terjalin dengan baik,” ujarnya.

Dalam acara tersebut juga, dilakukan pengukuhan Pengurus Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (Hebitren) Lampung, Peresmian Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), fashion show produk wastra Lampung, berbagai forum webinar tentang pariwisata Lampung, peran pesantren dalam ekonomi syariah, UMKM Go Ekspor, dan UMKM Go Digital, Business Matching, berbagai perlombaan bertema UMKM kreatif, pariwisata dan ekonomi syariah, serta kampanye QRIS dan CBP Rupiah. (rur)




  • Bagikan