Merger Bank Syariah Ditargetkan Rampung di Februari 2021

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Rencana penggabungan usaha PT Bank BRIsyariah Tbk. (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS) terus dimatangkan. Proses ini ditargetkan rampung pada Februari 2021, mendatang. Bank Hasil Penggabungan ini nantinya bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wiroatmodjo dalam konfrensi pers yang digelar secara virtual mengatakan, ketiga bank yang akan di merger telah melakukan penandatangan akta penggabungan dimana itu merupakan langkah awal untuk melakukan merger yang akan dimulai pada Februari 2021.

“Kita semua sudah memahami bahwa Indonesia yang memiliki penduduk muslim terbesar di dunia. Tentunya kedepan ingin memiliki ekosistem syariah yang kuat, sehat dan mampu menjadi salah satu pemain syariah global yang berperan dalam konteks ekonomi syariah internasional,” katanya.

Oleh karena itu, sambung dia, penggabungan usaha ini merupakan salah satu inisiatif besar oleh pemerintah yang sudah lama ditunggu-tunggu. Penggabungan tiga bank syariah milik Himbara ini akan menjadi cikal-bakal bank syariah Indonesia, yang diharapkan secara skala akan mampu berperan jauh lebih signifikan.

Baca Juga:   Apklindo Lampung Jemput Bola Bentuk Pengurus Kabupaten/Kota

Dia juga mengatakan, dengan penggabungan ini PT Bank Syariah Indonesia, Tbk akan memiliki aset sekitar Rp210 triliun. Berbekal aset tersebut, diharapkan bank syariah ini dapat masuk dalam daftar 10 besar bank syariah global di tahun 2025.

Di samping itu, dengan jangkauan cabang dan pegawai yang ada, diharapkan pertumbuhan bank syariah kedepan juga akan jauh melebihi pasar bank konvensional. “Karena kita memahami juga bahwa pertumbuhan DPK atau pun pertumbuhan aset bank syariah itu, selama ini memang selalu tumbuh lebih tinggi dari bank konvesional,” tambah dia.

Di samping itu dia juga menjelaskan, dengan adanya Bank Syariah Indonesia ini diharapkan dapat membuka akses keuangan syariah di pasar global. Sehingga dapat juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk memanfaatkan pendanaan pembangunan melalui produk syariah.

“Seperti yang kita tau, Indonesia saat ini membutuhkan pendanaan infrakstruktur, namun selama ini belum terlalu banyak menggunakan produk syariah yang cocok untuk pendanaan pembangunan infrakstruktur,” tambahnya.

Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, Hery Gunardi menambahkan, proses merger ini sendiri telah dijalankan sejak Maret 2020. “Hingga saat ini RUPS Luar Biasa dan menentulan BRIS sebagai surviving entity penggabungan tiga bank syariah ini,” katanya.

Baca Juga:   Uang Beredar di Mei Mencapai Rp6.994,9 Triliun

Dia mengatakan, penunjukan BRIS sebagai surviving entity dilakukan lantaran bank tersebut merupakan bank syariah milik BRI yang sudah tercatat di bursa. Selain itu pihaknya juga telan melakukan penetapan anggaran dasar dan lain.

“Untuk saat ini kami sedang mengurus penggabung cabang, produk, IT Teknologi digital banking, dan lain-lain. Kami juga ingin mendapatkan persetujuan dari OJK pengawas pasar modal. Jadi kalau semua itu sudah didapatkan maka legal merger akan dilakukan pada Februari 2021,” tandasnya.

Direktur Utama BRISyariah, Ngatari menambahkan,
masih ada beberapa tahapan krusial yang harus mereka lewati dalam mewujudkan Bank Syariah Indonesia ini. Termasuk dalam memperoleh persetujuan dari regulator terkait. Meski begitu dirinya memastikan proses pelayanan dimasing-masing perbankan tetap akan berjalan normal seperti biasa.

“Hingga semua proses tersebut selesai, kami pastikan semua layanan di masing-masing bank syariah tetap berjalan normal dan optimal. Nasabah tetap dapat melakukan transaksi perbankan baik di cabang, atm ataupun melalui digital platform masing-masing bank seperti biasa,” tegasnya.

Baca Juga:   Ketua Apindo Lampung dan Rektor Unila Bertemu, Siap Luncurkan Program Kolaborasi

Lebih jauh dia mengatakan, tanggal efektif merger yang telah disepakati yakni tanggal 1 Februari 2021, secara pararel dibarengi dengan rencana dan proses intregasi operasional dan layanan. Proses ini akan dilaksanakan secara bertahap dan akan mempriyoritaskan layananan kepada nasabah, karyawan, dan mitra usaha.

“Kami memastikan dan menjaga selama proses ini berlangsung, kegiatan perbankan akan tetap dapat dilakukan seperti biasa, juga keamana data dan dana nasabah akan kami jaga dan jamin sesuai regulasi yang berlaku,” tandasnya.

Direktur Utama Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo menambahkan, Bank Syariah Indonesia telah menetapkan logo baru dimana terdapat bintang bersudut lima yang merepresentasikan lima sila dari pancasila dan rukun islam.

“Bank syariah indonesia juga senantiasa menjunjung tinggi panca sila dan rukun islam. Dengan begitu bank syariah indonesia akan berjalan dengan menjunjung prinsip kesetaraan, kepedulian dan inovasi,” pungkasnya. (Ega/yud)



  • Bagikan