Meski Ada Serangan Hama Wereng, Tanggamus Tetap Surplus Beras

  • Bagikan
Petani di Kecamatan Wonosobo tengah memilah gabah hasil panen gadu. Tahun 2020 Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura mengatakan, beras masih surplus 99.083 ton kendati sempat ada serangan hama wereng. Foto rnn

RADARLAMPUNG.CO.ID-Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Kabupaten Tanggamus menyatakan, tahun 2020 kabupaten ini masih surplus beras sebanyak 99.083 ton kendati sempat ada serangan hama wereng.

Menurut Kepala Dinas KPTPH Tanggamus, Catur Agus Dewanto, perhitungan itu didapat dari hasil perhitungan sejak Oktober 2019 sampai September 2020.


“Dari hasil perhitungan di dinas kami, tahun 2020 masih mengalami surplus beras sebanyak 99.083 ton. Sebenarnya di Tanggamus tiap tahun selalu surplus cuma besarnya tidak sama tiap tahun,” kata Catur.

Ia menjelaskan, perhitungan didapat dari awal masa tanam yang dimulai dari musim penghujan atau rendeng. Lalu luas lahan tanam, jumlah panenan yang didapat, produktifitas perhektar dan tingkat konsumsi masyarakat di kabupaten ini. Untuk tahun ini, luas lahan selama setahun totalnya luas panen 39.559 hektare.

Baca Juga:   Mulai Dibuka, Objek Wisata di Tanggamus Masih Sepi

“Di dalamnya juga untuk padi sawah dan padi ladang. Tapi sebagian besar adalah padi sawah, sedangkan padi ladang tidak terlalu besar untuk di sini,” terang Catur.

Masih kata Catur, untuk produktifitas rata-rata perhektar 6,7 ton. Jumlah itu adalah perhitungan rata-rata, di dalamnya ada yang kurang dari jumlah itu, ada juga yang lebih.

“Untuk produksi padi selama setahun didapat 265.505 ton. Lalu kehilangan hasil atau kebutuhan untuk bibit 238.541 ton. Perbandingan itu 10 persennya dari 265.505 ton,”pungkas Catur.(ehl/rnn/wdi)




  • Bagikan