Meski Telah Kembalikan Kerugian Negara, Pansus Tetap Beri Catatan


RADARLAMPUNG.CO.ID – Panitia Khusus (Pansus) pembahasan laporan hasil pemeriksaan BPK atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) provinsi lampung tahun anggaran 2021 tetap mengingatkan rekanan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung terkait temuan BPK RI atas kekurangan volume atas pekerjaan 14 paket senilai Rp2,964 miliar.

Hal itu diungkapkan Ketua Pansus Joko Santoso usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Sekretaiat DPRD setempat, Selasa (17/5/2022).





Diketahui, 14 paket yang bermasalah itu diantaranya rekonstruksi ruas sp teluk kiluan-sp umbar (link 044) yang dikerjakan oleh CV Putra Agung Santosa dengan nilai kontrak Rp2,56 Miliar dengan kekurangan volume bernilai Rp614 juta.

Kemudian, penambahan lajur Mayjen HM Ryacudu yang dikerjakan oleh PT Djuri Teknik dengan bilai kontrak Rp17,8 miliar dan temuan Rp17 juta. (Selengkapnya di Grafis)

Joko mengatakan, temuan kekurangan volume di 14 ruas tersebut sudah dibayarkan oleh pihak ketiga ke kas negara.

“Semua sudah dikembalikan. Tapi kami minta bukti. Surat Tanda Setoran (STS) pengembaliannya sudah dilampirkan. Sudah di kita. Kalau enggak ada, ya kita minta surat bahwa mereka akan menyelesaikan kerugian negara itu,” jelasnya.

Meski sudah menyelesaikan pembayaran kerugian negara tersebut, Joko bilang bukan berarti tidak ada catatan yang dikeluarkan oleh Pansus. Di mana, jika ini terjadi berulang, maka Pansus akan mengeluarkan rekomendasi agar pihak ketiga penyelenggara proyek diberikan rapor merah.

“Memang sebelum 60 hari diselesaikan bisa. Tapi setelah itu baru berurusan dengan Aparat Penegak Hukum (APH). Nah meski sudah melakukan penyelesaian juga tetap ada catatan. Kalau ini berulang, pihak ketiganya bisa diraport merah,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Joko juga menyoroti terkait minimnya konsultan yang ada di Provinsi Lampung. Dia mengatakan ini juga menjadi penyebab beberapa temuan kekurangan volume ini.

Sebab, pada paket pengerjaan yang ditayangkan yang dibayarkan hanya sesuai dengan nilai yang ada di tayangan lelang tersebut. Sementara, di lapangan belum diketahui pasti ada persoalan-persoalan yang diakibatkan alam.

“Misalnya ada penyempitan, kemudian, ada hal-hal lain. Nah ini juga lantaran konsultannya. Di Lampung itu ada sekitar 1000an paket fisik. Sementara SDM konsultan Proyek Fisik itu sekitar 700an saja. Artinya masih kurang sekitar 300an. Jadi, ini juga harus disikapi,” ucapnya.

Sementara, Sekretaris Dinas BMBK Provinsi Lampung, M.Taufiqullah mengatakan pihaknya sudah menindaklanjuti temuan BPK RI secara keseluruhan.

“Iya kita langsung tindaklanjuti, pihak ketiga agar langsung menyelesaikan. Ini juga instruksi pimpinan,” katanya. (abd/yud)

1. Paket : Rehabilitasi Ruas Pugung Raharjo-Jabung, Perusahaan: PT Mulia Putra Peratama Nilai Kontrak: Rp33,116 miliar Jumlah: Rp169,47 juta

2. Paket: Rehabikitasi Ruas Kota Gajah-SP Randu (DAK)
Perusahaan: CV Sangjaya Abadi
Nilai Kontrak: Rp2,040 miliar
Jumlah: Rp279,553 juta

3. Paket: Rehabilitasi Ruas Kota Gajah-SP Randu (link 019)
Perusahaan: CV Montiana Cerdas Karya Abadi
Nilai Kontrak: Rp12,418 miliar
Jumlah: Rp60,6 juta

4. Paket: Rekonstruksi ruas blambanganumpu-Sri Rejeki
Perusahaan: CV KM52
Nilai Kontrak: Rp4,713 miliar
Jumlah: Rp245,2 juta

5. Paket: Relonstruksi ruas sri rejeki-Pakuan Ratu
Perusahaan: CV Solution Eng
Nilai Kontrak: Rp4,712 miliar
Jumlah: Rp22,8 juta

6. Paket: Rekonstruksi Pakuon Ratu-Bumiharjo (link079)
Perusahaan: CV Mitra Muda Perkasa
Nilai Kontrak: Rp7,582 miliar
Jumlah: Rp317,035 juta

7. Paket: Rekonstruksi Negararatu-Sp Tujok
Perusahaan: CV Sketsa
Nilai Kontrak: Rp4,115 miliar
Jumlah: Rp212,370 juta

8. Paket: Rekonstruksi Ruas Tegal Mukti Tajab (Link 008)
Perusahaan: CV Eka Cipta Mandiri
Nilai Kontrak: Rp3,651 Miliar
Jumlah: Rp66,856 juta

9. Paket: Rekonstruksi Ruas Tegal Mukti Tajab (Link 008) DAK
Perusahaan: PT Hakima Inti Perkasa
Nilai Kontrak: Rp8,528 miliar
Jumlah: Rp188, 487 juta

10. Paket: Rehabilitasi Ruas Lempasing-Padang Cemin
Perusahaan: CV Wilby Prima Perkasa
Nilai Kontrak: Rp4,691 miliar
Jumlah: Rp252,569 juta

11. Paket: Rekonstruksi Ruas Sp Kiluan-Sp Umbar (Link 044)
Perusahaan: CV Putra Abung Sentosa
Nilai Kontrak: Rp2,56 miliar
Jumlah: Rp614,112 juta

12. Paket: Penambahan Lajur HM Ryacudu
Perusahaan: PT Djuri Teknik
Nilai Kontrak: Rp17,829 miliar
Jumlah: Rp17,080 juta

13. Paket: Penambahan Lajur Ruas Sp Korpri-Purwotani
Perusahaan: CV Rejeki Berkah
Nilai Kontrak: Rp2,911 miliar
Jumlah: Rp373,059 juta

14. Paket: Pembangunan Jalan Akses dan Area DVOR Bandara Raden Inten
Perusahaan: PT Genta Bangun Nusantara
Nilai Kontrak: Rp10,423 miliar
Jumlah: Rp145,501 juta.

Sumber DPRD Lampung