Mesuji Mulai Kembangkan Gula Merah dari Batang Kelapa Sawit

  • Bagikan

Radarlampung.co.id – Kabupaten Mesuji, saat ini tengah mengembangkan Gula merah yang dihasilkan dari batang kelapa sawit.

Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Mesuji, Arif Arianto, mengatakan, masyarakat Bumi Ragab begawe caram saat ini mulai mendalami usaha Gula merah dari batang kelapa sawit. Hal ini dapat menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.


Cara pengolahannya, tidak berbeda dengan proses pengolahan gula merah aren dan kelapa yang tampak sedikit berbeda adalah pada proses penyadapannya saja.

“Kalau aren dan kelapa untuk mendapatkan niranya si penyadap harus memanjat ke pucuk pohon. Sedangkan sawit si penyadap tinggal menguliti pucuk batang pohon sawit yang sudah ditumbang terbaring di tanah tanpa memanjat pohon lagi,” bebernya.

Baca Juga:   155 Peserta Absen Tes SKD CASN Mesuji

Menurutnya, cara penyadapan nira pohon sawit cukup sederhana. Mulai dengan pemotongan pelepah, kemudian pucuk batang pohon dikuliti hingga didapati bongkol yang berwarna putih. Lalu, bongkol tersebut dikikis dengan menggunakan parang dan dalam sehari bisa menghasilkan 30 kilogram.

“Kalau penjualannya, Gula merah sawit ini sudah merambah Ke Kabupaten lain yang ada di Lampung seperti Lampung tengah metro dan Kabupaten Tulang bawang. biasanya dijual dengan harga 8500 sampai 9 ribu per kilonya,” katanya.

Arif menambahkan, saat ini, ada dua kecamatan di kabupaten Mesuji yang sudah mengembangkan gula kelapa sawit yakni di kecamatan Mesuji desa Sidomulyo dan Desa Tanjung Sari kecamatan Tanjung Raya.

“Yang pasti kami mendorong dan mendampingi agar usaha ini dapat terus dikembangkan di masyarakat sehingga menjadi sumber ekonomi baru di kabupaten Mesuji,” pungkasnya. (muk/yud)




  • Bagikan