Meterai Palsu Senilai Rp37 Miliar Terungkap, Begini Imbauan Ditjen Pajak

  • Bagikan
Pengungkapan meterai palsu yang merugikan negara. FOTO TANGKAPAN LAYAR

RADARLAMPUNG.CO.ID – Direktorat Jenderal Pajak meminta masyarakat Indonesia memastikan meterai yang dibeli adalah asli. Hal ini menyusul terbongkarnya penyelundupan meterai palsu melalui Bandara Soeta yang ditaksir merugikan negara mencapai Rp37 miliar. Penyelundupan meterai tersebut diungkap oleh pihak kepolisian. Pemasaran meterai palsu diduga hingga lintas provinsi.

Direktur Pelayanan, Penyuluhan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Neilmaldrin Noor mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu memastikan dan membeli meterai asli.


“Sebab, penerimaannya masuk ke penerimaan negara sebagai pajak,” ujarnya, Rabu (17/3), dalam konferensi pers melalui zoom.

Dia menuturkan, apabila masyarakat membeli meterai dengan harga di bawah nominal meterai tersebut, bisa dipastikan itu meterai palsu. “Meterai yang asli dapat diperoleh di POS Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga:   BRI Imbau Masyarakat Lebih Berhati-hati dalam Surfing Digital

Pihaknya menyampaikan apresiasinya kepada pihak kepolisian, dan atas kerja samanya yang sudah bekerja sangat cepat dan sigap dalam mengungkap tindak pidana pemalsuan meterai.

“Menjual, menawarkan, dan menyediakan meterai yang tidak asli tentunya melanggar hukum dan merugikan negara juga merugikan masyarakat seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sementara, Dir Operasi Peruri Saiful Bahri mengatakan, meterai palsu dan asli secara kasat mata terlihat sama, tetapi ada tiga indikator yang membedakannya. Yakni dilihat, kelihatannya antara asli dan palau sepintas sama, tapi apabila dilihat secara detil, akan berbeda dari sisi perforasi atau lubang berbentuk bulat, oval, dan bintang pada meterai.

“Itu tidak mungkin bisa dipalsukan, karena membuat perforasinya itu tidak sesederhana itu. Kita punya teknologi khusus,” ujarnya.

Baca Juga:   Bioskop Mulai Buka, Ini Aturan yang Harus Diikuti Pengunjung

Kemudian, meterai asli jika diraba akan terasa kasar, dan apabila digoyang akan terjadi perubahan warna. (rur/sur)




  • Bagikan