Miris, Korban Penggusuran Bertahan di Puing Bangunan

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Pascapenggusuran di Kampung Pasar Griya, Sukarame, Bandarlampung, sejumlah warga hari ini Rabu, (25/7), masih bertahan di lahan yang telah di gusur oleh Pemerintah Kota Bandarlampung.

Pantauan radarlampung.co.id, terlihat beberapa warga mengumpulkan sisa sisa harta mereka ditengah puing bangunan yang memporak-porandakan bangunan yang telah ditempati warga selama belasan tahun lalu.

Selain itu, sebagian warga juga masih bertahan di musala dan mendirikan tenda menggunakan terpal berwarna biru untuk dijadikan tempat tinggal sementara. Hingga saat ini warga belum mendapatkan tempat tinggal.

Siregar (45) salah satu warga Kampung Pasar Griya Sukarame mengatakan, bahwa pasca tempat tinggalnya digusur, dirinya bersama warga lainnya masih mencari sisa-sisa barang miliknya.

Baca Juga:   Lamteng Berduka, Asisten I Meninggal karena Covid-19

“Kami masih mau nyari sisa-sisa barang kami. Seperti perlengkapan sekolah anak kami, seperti tas, baju hingga sepatu yang belum sempat kami pindahkan,” ujarnya dengan nada sedih kepada radarlampung.co.id, saat ditemui di lokasi.

Sementara itu, Hasan warga lainnya mengatakan, dirinya bersama warga lainnya akan tetap bertahan di lokasi penggusuran, sehingga menunggu hasil mediasi dari pihak Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung dan Ombudsman Perwakilan Lampung bersama Pemerintah Kota Bandarlampung.

“Kami akan tetap disini, selain bermalam di musala, sebagian keluarga Griya juga mendirikan tenda di tengah puing bangunan yang digusur ini. Sekarang kami cuma bisa berdoa dan menunggu dari rekan kami LBH dan Ombudsman menyelesaikan polemik penggusuran ini,” tuturnya dengan tatapan hampa. (gar/gus)




  • Bagikan