Mobil Jeep Rubicon Sport Jadi Korban Pecah Kaca

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Satu unit mobil Jeep Rubicon Sport menjadi korban tindak kriminal pecah kaca, Rabu (4/8) siang. Peristiwa diketahui terjadi di jl. ZA. Pagar Alam (dekat Chandra Mart), Rajabasa, Bandarlampung.

Pelaku diduga memecahkan kaca jendela sebelah kanan di bagian belakang mobil berwarna hitam tersebut. Akibatnya, korban harus kehilangan uang tunai senilai ratusan juta rupiah.


Fitra (30), salah satu saksi di lapangan mengatakan, korban saat itu sedang makan di warung pecel lele tempat dia bekerja. Korban baru menyadari kejadian tersebut setelah melihat kaca mobilnya yang pecah.

“Dia (korban, red) sempat makan di sini. Setelah makan, baru dia ini sadar karena kaca mobilnya sudah pecah,” kata dia.

Baca Juga:   Lagi, Minimarket Jadi Sasaran Maling

Meski tidak mengetahui pasti kejadian tersebut, namun dia mengaku sempat melihat sepeda motor yang dikendarai pelaku. Menurut dia, pelaku menggunakan sepeda motor berjenis Jupiter MX King.

Dia menambahkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 wib. “Waktu kejadian, ada dua orang yang bawa motor Jupiter MX King,” katanya.

Mining (49), saksi lain di lapangan menambahkan, dia sempat melihat pelaku menghentikan kendaraan mereka di antara kendaraan roda empat. Sehingga tidak ada yang melihat pasti apa yang dilakukan pelaku saat itu.

“Pokoknya motor itu (pelaku, red) berhenti di antara mobil-mobil. Kanan dan kirinya itu mobil, jadi ngga terlalu keliatan waktu mereka ngapa-ngapain di situ,” katanya.

Baca Juga:   Polisi Akan Minta Keterangan Dari RT Setempat dalam Kasus Dugaan Perselingkuhan

Dia menambahkan, kedua pelaku juga terlihat menggunakan helm dan masker. Setelah kejadian tersebut, sejumlah polisi terlihat datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

Berdasarkan informasi yang didapat, kendaraan Rubicon Sport berwarna hitam dengan nomor polisi B 1721 NJG tersebut merupakan milik warga Natar, Lampung Selatan.

Usai kejadian tersebut, korban yang menggunakan kemeja putih terlihat mendatangi Polresta Bandarlampung untuk membuat laporan dan memberikan keterangan.

Namun, korban masih enggan untuk memberikan komentar saat ditanyai awak media terkait kronologi kejadian. (Ega/yud)




  • Bagikan