Mobil Kelebihan Muatan Bakal Tak Leluasa Lewat Mesuji

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Satlantas polres Mesuji bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Mesuji mulai membangun pos Over Dimensi dan Over Load (Odol). Pembangunannya berlokasi di Simpang Selamat Datang, Desa Gedung Ram, Kecamatan Tanjung Raya Mesuji.

pembangunan pos dimulai Jumat (1/10) yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Mesuji Syamsudin beserta jajarannya beserta perwakilan perusahaan.


Kasat Lantas Polres Mesuji Iptu Khoirul Bahri mengatakan pembangunan itu guna pemantauan kendaraan barang dimensi pengangkut kendaraan yang tidak sesuai standar produksi. “Sertai pemantauan kendaraan yang bermuatan melebihi batas beban sesuai yang ditetapkan,” ujar Khoirul, Minggu (3/10).

Selanjutnya, ungkap Khoirul, pihaknya sangat menyambut baik atas dibangunnya Pos Odol tersebut. Sebab, kendaraan Odol menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Baca Juga:   Selamat! Mesuji Juara Bazar Pangan Lokal Pada Hari Pangan Sedunia

Yakni Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, dan pada 2023 nanti pemerintah akan mencanangkan jalan bebas dari kendaraan Odol. “Dimana kendaraan Odol sendiri banyak hal negatif yang ditimbulkan salah satunya adalah kerusakan jalan yang tidak sedikit mengeluarkan biaya untuk perbaikan jalan,” ucapnya.

Jalan yang sudah dibangun juga akan cepat rusak dan berlubang dengan adanya kendaraan Odol serta bisa menyebabkan Lakalantas masal dan fatal. Sehingga bukan hanya mengalami kerugian materi namun korban jiwa.

“Karena sudah banyak kejadian bukan hanya diwilayah Mesuji saja. Maka dari itu untuk kedepannya Satlantas bersama Dishub akan lebih bersinergi terhadap pelanggaran – pelanggaran kendaraan Odol,” paparnya.

Jika nanti ada kendaraan Odol yang melintas dan berpotensi merusak jalan karena kelebihan muatan, akan ada penindakan dari Dishub dan Kepolisian.

Baca Juga:   Masalah Lalulintas, Instansi Terkait Bahas Jalan di Mesuji

Dengan tilang, sesuai Pasal 277 UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, dengan pidana penjara maksimal 1 tahun dan denda 24 juta rupiah.

Nantinya ada efek jera bagi pengusaha angkutan dan pengusaha karoseri yang melanggar aturan. “Sehingga kedepannya kondisi jalan yang ada di wilayah Kabupaten Mesuji ini bagus, aman dan nyaman saat dilintasi dan dapat meminimalisir korban akibat Lakalantas,” katanya.(muk/wdi)




  • Bagikan