Mobil Pengangkut Minyak Sawit Terguling

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Satu unit truk Hino tangki bermuatan minyak sawit seberat 24,5 tom terguling di jl. Soekarno Hatta Bypass, Waygubak, Bandarlampung, Senin (5/7). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Truk Hino tangki bernomor polisi BM 9350 FJ sebelumnya sempat ditabrak dari belakang oleh mobil Hino jenis tronton bermuatan sagu, bernomor polisi BE 8245 AB.

Lantaran itu, supir mobil truk Hino Tangki tersebut tidak bisa mengusai beban mobil dan kemudian terguling di jalan. Peristiwa itu diketahui terjadi sekitar pukul 10.00 wib.

Berdasarkan pengakuan supir truk Hino tronton, Marzuki (39), saat itu dia melaju dari arah Rajabasa ke arah Panjang. “Jadi saya dari arah Rajabasa, sampai di sini (tkp, red) saya lihat mobil tangki itu mau putar balik,” katanya.

Baca Juga:   Kasus Pertama, Nakes di Lambar Meninggal Akibat Covid-19

Menurut Marzuki, saat itu posisi mobil tangki berada di tengah jalan dan diduga ingin berputar. Dia juga mengaku sempat membunyikan klakson sebanyak lima kali. Namun, mobil tangki tidak memberikan respon.

Lantaran jarak yang cukup dekat, Marzuki pun tidak bisa mengusai laju kendaraannya meski sudah berupaya menginjak rem. Akibatnya, mobil yang dikendari Marzuki menabrak bagian belakang mobil tangki hingga terguling.

Sementara itu, Adrian (21), perwakilan pengelola minyak sawit mengatakan, mobil tersebut mengangkut minyak sawit dari daerah Jambi.

“Mobil ini mengangkut minyak sawit dari Jambi, tujuannya mau ke Sinar Laut. Muatan yang diangkutan itu milik kita, tapi mobilnya bukan,” katanya.

Ditanya soal kerugian akibat kecelakaan tersebut, Adrian mengaku belum dapat memastikan. Namun menurutnya, sekitar 80 persen dari jumlah total minyak sawit yang diangkut mobil tangki tersebut berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke mobil tangki lain.

Baca Juga:   Delapan Reklame Ditempel Stiker Tak Bayar Pajak dan Terancam Ditebang

“Untuk sekarang kita masih belum tau berapa kerugiannya. Tapi sekitar 80 persen muatan (minyak sawit, red) sudah kita pindahkan,” tandasnya. (Ega/yud)




  • Bagikan