Momen PON, Perbatasan Indonesia-Papua Nugini Jadi Tujuan Wisata

  • Bagikan
Pengunjung berfoto dengan background gerbang perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini di PLBN Skouw, Jayapura. Foto Rizky Panchanov/Radarlampung.co.id
Pengunjung berfoto dengan background gerbang perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini di PLBN Skouw, Jayapura. Foto Rizky Panchanov/Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.idRadar Lampung berkesempatan mengunjungi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, perbatasan Indonesia-Papua Nugini yang berada di Distrik Muaratami. Sebenarnya, PLBN Skouw masih berada di Kota Jayapura, Papua. Tapi, dari pusat kota, untuk mencapai wilayah terdepan Indonesia ini, butuh waktu sekitar 1,5 jam dengan perjalanan darat.

Bertolak pukul 8.00 WIT dari Sentani Kabupaten Jayapura. Suasana rinai hujan mengiringi keberangkatan Radar Lampung menuju perbatasan Indonesia-Papua Nugini itu. Sepanjang perjalanan menuju PLBN Skouw, suasana pegunungan, di sisi kanan dan kiri jalan didominasi hutan, perkebunan sagu serta pinang mengiringi laju mobil yang Radar gunakan.


Radar tiba pukul 09.45 WIT. Sebelum masuk kompleks PLBN, setiap pengunjung melapor ke pos pemeriksaan di pos jaga Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/BRS Sektor Utara. Kemudian menyerahkan identitas KTP dan mengisi daftar kunjungan

Bangunan megah dengan aksen khas Papua menyambut pengunjung yang datang. Di depan gedung tertulis Border Post Of The Republic Of Indonesia. Di pintu masuk gedung, Radar kembali diminta untuk mengisi daftar buku tamu.

Baca Juga:   Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri lewat P3DN

Di dalam gedung bangunan itu ada berbagai instansi yang menempati seperti pos pemeriksaan Imigrasi, BNN, Balai Karantina, Bea Cukai dan berbagai instansi lainnya. PLBN Skow dikelola oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Di dalam gedung, pengunjung harus melewati jalur untuk tradisional atau paspor. Dari gedung utama PLBN, pengunjung kemudian berjalan hingga ke gerbang terakhir. Gerbang dengan cat merah putih itu lah batas terakhir dari wilayah Indonesia.

Namun sayangnya gerbang tersebut dalam keadaan terkunci. Di depan gerbang ada jalan yang memisahkan antara gerbang milik Indonesia dan Papua Nugini. Jalan itu lah yang disebut wilayah netral.

Di seberang Indonesia, keadaan di gerbang Papua Nugini yang berad di seberang juga sama. Dalam keadaan sepi, tanpa ada pengunjung.

Dari informasi yang dikumpulkan, penutupan dua batas negara ini karena adanya pandemi Covid-19 yang sempat melonjak. Sehingga pemerintah RI dan Papua Nugini sepakat menutup perbatasan.

PLBN Skouw ini menarik wisatawan khususnya saat perhelatan akbar seperti PON saat ini. Sejumlah atlet, ofisial yang sudah bertanding memilih PLBN sebagai destinasi wisata. Seperti Hudayana (39) wasit cabang olahraga (cabor) Hoki ini berkunjung ke PLBN Skouw sebelum pulang.

Baca Juga:   Apresiasi Atlet PON, Pemprov Lampung Bagi-bagi Bonus

Wanita berhijab itu sudah merancang sejak awal untuk mengunjungi Papua Nugini. Namun, warga asal Jakarta Timur ini harus gigit jari karena gerbang perbatasan ditutup. Padahal jika kondisi normal, warga Indonesia bisa masuk ke sekitar kompleks gerbang Papua Nugini tanpa harus menggunakan paspor dan hanya sekedar untuk berwisata di sekitar.

“Ya kecewa dong (ditutup). Yang namanya mau keluar negeri gitu kan. Tapi cuma ngerasain udaranya aja, udara luar negeri,” selorohnya.

Namun, ia tetap bersyukur bisa menapakkan kaki di wilayah paling terdepan di Timur Indonesia ini.

Beda lagi dengan Agus Heryanto, pria asal Ciamis, Jawa Barat ini mengatakan dirinya datang ke pos PLBN untuk berfoto. Kesempatan datang ke Papua tidak mau ia lewatkan untuk mengunjungi PLBN Skouw. (nca/sur)




  • Bagikan