Momen Q-TIRAN Komitmen Lestarikan Perkutut

  • Bagikan
Wagub Lampung Chusnunia Chalim dan Bupati Tubaba Umar Ahmad ikut menandatangani Komitmen Bersama Pecinta Perkutut Lokal Dalam Melestarikan Kekayaan Alam dan Warisan Budaya Asli Indonesia. Momentum ini berlangsung saat Q-Tiran Tubaba dan sejumlah komunitas pecinta perkutut lokal ikut meramaikan Kegiatan Tubaba International Bamboo Festival di Ulluan Nughik, yang dibuka pada Jum'at (6/11). Foto ist

RADARLAMPUNG.CO.ID-Q-TIRAN Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) ikut meramaikan perhelatan Tubaba International Bamboo Festival (TIBF) yang digelar di Kawasan Kota Budaya Uluan Nughik, Jumat (6/11).

Diketahui, Q-TIRAN Tubaba merupakan sebuah komunitas para pecinta burung perkutut lokal di bumi Ragem Sai Mangi Wawai. Nama Q-Tiran diambil dari kata Kitiran, sebutan lain untuk burung perkutut di kalangan masyarakat setempat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ada seratusan pecinta perkutut lokal yang hadir. Tidak hanya mereka yang tergabung dalam komunitas Q-TIRAN Tubaba saja, sejumlah komunitas pecinta perkutut lokal dari kabupaten lain di Lampung juga hadir, seperti dari Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, hingga Bandar Lampung.

Selain ikut meramaikan TIBF dengan “Ngerek Bareng”, atas inisiasi Q-TIRAN Tubaba para pecinta Perkutut Lokal yang hadir pun bersama-sama menggaungkan komitmen untuk melestarikan Perkutut Lokal sebagai kekayaan alam dan warisan budaya asli Indonesia. Diatas bentangan banner berukuran 2×3 meter, mereka membubuhkan tanda tangan sebagai tanda komitmen tersebut.

Baca Juga:   Gegara Pandemi, Target Pendapatan dan Belanja Daerah 2020 Tubaba Meleset

Tidak hanya anggota komunitas perkutut, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim yang membuka perhelatan TIBF, Bupati Tubaba Umar Ahmad, dan segenap anggota Forkopimda juga ikut membubuhkan tanda tangannya sebagai bentuk apresiasi dan dukungan atas komitmen bersama tersebut. Bahkan sejumlah kalangan pun ikut, mulai dari anggota DPRD Tubaba, para pejabat di Lingkungan Pemkab Tubaba, tokoh masyarakat, insan pers, dan unsur lainnya.

Selain menandatangani komitmen bersama tersebut, para pecinta Perkutut Lokal secara simbolis juga melepaskan belasan burung perkutut sebagai tanda ikut serta melestarikan perkutut dalam rangka menjaga keseimbangan dan kekayaan alam Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen bersama para pecinta perkutut ini. Sebab, menjaga dan melestarikan kekayaan sumber daya alam dan warisan budaya adalah tanggung jawab kita bersama,”singkat Bupati Umar Ahmad.

Baca Juga:   Antisipasi Pungli di Sekolah, Ini Langkah Kejati Lampung

Budi Prayoga, Ketua Perkutut Katuranggan Nusantara (PKN) Lampung yang hadir dalam kegiatan “Ngerek Bareng Dalam Rangka Meramaikan TIBF” tersebut, merasa bangga sebab di Tubaba telah terbentuk komunitas Q-TIRAN sebagai wadah bagi para pecinta Perkutut Lokal.

“Semoga jalinan silaturahmi antara pecinta perkutut lokal akan semakin erat. Saya juga sangat mengapresiasi Q-TIRAN Tubaba yang telah menginisiasi komitmen bersama tersebut,”ungkapnya.

Disisi lain, Budi juga mengatakan bahwa, jenis Perkutut Lokal yang ada di Tubaba hampir semuanya memiliki kesamaan jenis yang ada di nusantara.

“Antara perkutut Mataram dan Majapahit hampir tidak ada perbedaan dengan perkutut lokal Lampung terutama di Tubaba. Ini adalah sebuah kebanggaan, apalagi masyarakat disini (Tubaba) mulai dari yang muda sampai yang tua juga banyak yang ikut melestarikan dan memeliharanya,”tandasnya.

Baca Juga:   Universitas Teknokrat Indonesia Terima Hibah Bantuan Kerjasama Kemendikbud

Kegiatan “Ngerek Bareng Dalam Rangka Memeriahkan TIBF tersebut”, Q-TIRAN Tubaba membagikan doorprize kepada segenap anggota komunitas pecinta perkutut yang hadir dalam kegiatan tersebut, yakni 10 buah kandang eksklusif dan 40 bungkus pakan perkutut. (fei/rnn/wdi)



  • Bagikan



Kasus Covid-19 Kembali Merangkak Naik Viral Polisi Terlantar di Merak, Brigadir Agus Dijemput Pulang Polda Lampung Diduga Bunuh Diri, Pemuda Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta