Motor Guru Ini Raib di Parkiran Sekolah

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Pelaku pencurian kendaraan bermotor semakin meresahkan warga. Kali ini, nasib sial menimpa salah seorang guru di SMP Negeri 10 Bandarlampung, Jumat (21/5).

Sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BE 2366 OV milik Sri Wuryaningsih yang diparkir di area sekolah, raib dibawa dua orang tidak kenal sekitar pukul 9.45 wib.


Kejadian tersebut juga sempat terekam kamera pengintai yang dipasang di sekitar area sekolah. Berdasarkan rekaman cctv, kedua pelaku datang dengan menggunakan motor jenis matic.

Pelaku dengan santai langsung menuju area parkir sekolah yang tengah sepi. Pasalnya, saat itu sejumlah guru dan staf yang ada sedang sibuk mengurusi tugas masing-masing di dalam sekolah.

Penjaga Sekolah, Bambang (39) mengatakan, dari rekaman cctv tersebut pihaknya dapat melihat dengan jelas nomor plat kendaraan yang digunakan kedua pelaku saat beraksi.

Baca Juga:   Perkara Korupsi, Mantan Pejabat Kota Metro Dituntut Pidana 1,5 Tahun

“Plat motornya (pelaku, red) BE 2574 AEA. Pelakunya dua orang dengan menggunakan motor matic juga,” katanya, Jumat (21/5).

Berdasarkan rekaman cctv, kata Bambang, sebelum mengeksekusi motor korban, pelaku sempat memilih motor lain di samping motor milik korban. Namun, lantaran sepeda motor tersebut tidak bisa dihidupkan, pelaku lantas mengincar motor milik Sri.

Menurut Bambang, sepeda motor yang pertama dipilih pelaku telah dilengkapi dengan kunci pengaman rahasia. Sehingga mesin tidak dapat dihidupkan jika kunci rahasia tersebut tidak di non-aktifkan.

“Jadi dia sempat pilih motor lain dulu, tapi karena motor yang itu tidak bisa hidup, jadi pelaku pindah ke motor yang disebelahnya,” tambah dia.

Pada saat kejadian, sambung Bambang, sejumlah guru yang masuk pada saat itu sedang sibuk sehingga tidak begitu memperhatikan situasi di luar gedung sekolah. Sementara Satpam sekolah kebetulan sedang cuti.

Baca Juga:   Tokonya Dimasuki Pencuri, Ini Sikap Influencer dr. Tirta

“Kejadian ini sudah yang ketiga dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Korban juga sudah buat laporan ke polisi,” tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Tanjungkarang Barat, Kompol David Jeckson Sianipar saat dikonfirmasi mengaku, petugasnya telah turun ke lapangan dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Saat ini pihaknya juga masih mengumpulkan bukti-bukti yang ada di lapangan serta meminta keterangan sejumlah saksi yang mungkin melihat gerak-gerik orang yang mencurigakan di sekitar lokasi kejadian.

“Kita sudah olah tkp dan mengumpulkan keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian. Untuk sementara masih lidik dan anggota masih mempelajari rekaman cctv yang ada di lokasi kejadian,” pungkasnya. (Ega/yud)




  • Bagikan