MPAL Pesbar Gelar Dialog Penanganan Konflik SARA

  • Bagikan

radarlampung.co.id – MPAL Pesisir Barat menggelar dialog dengan para tokoh di Kabupaten Pesisir Barat dalam rangka mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 terkait Penanganan Konflik Sosial Majelis Penyeimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (24/5).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Pesisir Barat DR. Drs. H.Agus Istiqlal, SH.,MH dan dihadiri oleh Wakil Bupati Pesisir Barat Erlina, SP., MH, Para Sai Batin Marga Kecamatan Pesisir Tengah dan Kecamatan Way Krui, Tokoh Agama, Masyarakat, Ketua Partai Politik dan Ketua Ormas Se-Kabupaten Pesisir Barat dan hadir juga sebagai narasumber dari Polres Lambar, Kodim 0422, Kejaksaan Negeri Lambar, MUI Pesisir Barat dan Panwas Kabupaten Pesisir Barat di Gedung Serba Guna (GSG) Selalaw.

Ketua MPAL Kabupaten Pesisir Barat dan Suntan Marga Way Napal Putrawan Jayaningrat menjelaskan bahwa tema dialog ini adalah tentang pencegahan konflik Suku, Agama, Ras dan antar golongan di Kabupaten Pesisir Barat.

“Dengan banyaknya perbedaan dan keyakinan kita bisa bersatu, sebagai contoh Rasulullah dapat menyatukan berbagai umat sedunia,”ujarnya.

Sementara Bupati berharap kepada 16 Sai Batin Marga untuk menjadi panutan dikalangan warganya.

“16 Sai Batin diharapkan jadi panutan dan tempat warga bertanya.Panggilan Pun ((Kakak) tidak bisa dibeli,makanya diharapkan Sai Batin menjadi pagar atau figur bagi masyarakatnya,”ucap dia.

“Saya yakin dan berkesimpulan di kabupaten Pesisir Barat sulit terjadi konflik. Justru karena perbedaan kita akan semakin kuat dan bersatu,”harapnya. (try/ynk)




  • Bagikan