Mr Seven Eleven

  • Bagikan

Orang Lebanon pun menggadang-gadang Ghosn bisa menjadi presiden mereka. Tapi Ghosn menolak. Ia mengaku tidak punya ambisi politik. Ia hanya mau menjadi penasehat American University di Beirut.

Ghosn memang masih sering pulang ke Lebanon. Ia merasa orang Lebanon. Kakek-neneknya orang Lebanon. Penganut Kristen Maronite. Sang kakek berimigrasi ke Brasil. Ke sebuah kota yang terpencil: Guapore. Dekat perbatasan dengan Bolivia.


Di Brasil sang kakek berdagang karet. Juga hasil bumi. Isterinya ditinggal di Beirut. Anak lelakinya, ayah Carlos Ghosn, ikut ke Brasil. Kawin dengan wanita Lebanon juga. Lahirlah Carlos Ghosn. Di kota kecil lainnya: Porto Velho. Tidak jauh dari Guapore.

Saat berumur dua tahun Carlos Ghosn jatuh sakit. Tidak bisa disembuhkan. Menurut dokter sakitnya si anak lantaran kualitas air di Porto Velho. Yang tidak melalui proses pengolahan air. Penduduk di sana masih menggunakan air tanah. Keluarga ini pindah ke kota besar di Brasil: Rio de Janeiro. Demi kesembuhan sang anak. Tapi tidak juga sembuh.

Baca Juga:   Singgung Nasib Karyawan, Ini Curhatan H. Sony Kala Semua Gerai Bakso Sony Ditutup

Di umur enam tahun Carlos Ghosn dikirim ke Lebanon. Diasuh neneknya yang tinggal di Beirut. Di situlah Carlos Ghosn sekolah. Sampai tamat SMA. Ia menjadi bisa berbahasa Perancis dan bahasa Arab. Dari semula hanya bisa berbahasa Portugis dan Inggris.




  • Bagikan