Mr Seven Eleven

  • Bagikan

Begitu istimewa kepemimpinannya di Nissan. Sampai mampu merebut pasar. Dan merebut hati rakyat Jepang. Yang tidak berhasil saya temukan adalah: mengapa ia memutuskan mundur dari jabatan CEO Nissan. Di tahun 2017 lalu. Tinggal mempertahankan jabatan Chairman.

Ini menimbulkan spekulasi yang sangat ramai. Tidak cukup ada alasan pengunduran dirinya itu. Yang jelas jabatan CEO Nissan berikutnya di tangan orang Jepang sendiri: Hiroto Saikawa. Satu tahun lebih tua dari Ghosn.


Tidak banyak yang bisa diketahui siapa Saikawa. Kecuali bahwa ia orang dalam Nissan. Lulusan Universitas Tokyo. Studi ekonomi. Berarti Saikawa adalah kolega Ghos sendiri. Setahun di tangan Saikawa penjualan Nissan merosot. Sebagai Chairman Carlos Ghosn ke Tokyo. Mengadakan rapat. Konon di rapat itulah Ghosn mengeluarkan kata-kata: akan mengganti Saikawa.

Baca Juga:   Update Covid-19 Lampung : PPKM Bandarlampung Level 3, 14 Daerah Level 2

Tidak sampai sebulan setelah rapat itu laporan masuk ke pihak berwajib: Carlos Ghosn melakukan tindak pidana. Melaporkan bonusnya lebih kecil dibanding yang diterima. Untuk mengurangi pajak.

Ghosn dipanggil pihak berwajib. Saat itu ia lagi berada di Lebanon. Ia merasa tidak bersalah. Ia berniat memenuhi panggilan itu. Akan menjelaskan duduk persoalan sebenarnya. Menurut versinya.

Hari itu tanggal 19 Nopember 2018. Ghosn terbang dari Beirut. Ke Tokyo. Dengan private jet. Setiba di bandara Haneda ternyata ia langsung ditangkap. Dimasukkan tahanan. Tidak ada perlakuan khusus. Juga tidak ada pembelaan dari perusahaannya. Bahkan beberapa hari kemudian Ghosn diberhentikan pula. Dari jabatannya yang tersisa: Chairman.




  • Bagikan