Muda dan Berprestasi, Rancang Bangun Arsitek Cantik Ini Bertebaran di Bandar Lampung

  • Bagikan
Dinda Ayu Permata Sari. foto-foto ist

RADARLAMPUNG.CO.ID-Nama Dinda Ayu Permata Sari bisa jadi masih terdengar asing bagi telinga awam. Namun, Junior Architect & Interior Designer dari Dakara Builds ini ternyata punya prestasi yang lumayan mentereng di usianya yang masih 21 tahun.

Seiring kesadaran kebutuhan menggunakan arsitek dalam rancang bangun, fungsi arsitek bukan hanya untuk menggambar bangunan secara estetika arsitektur. Arsitek juga bekerja menggunakan fungsi dimensi antropometri. Masyarakat awam kini lebih melek akan hal-hal tersebut. Jadi, tidak asal membangun sebuah gedung.



”Nah karena kesadaran mereka dalam merencanakan desain sebelum mendirikan bangunan itu sih, membuat aku beruntung,” kata Dinda mengawali pembicaraan.

Dinda memang tergolong baru terjun industri properti. Namun tak main-main, dalam setahun terakhir, lulusan Arsitektur Interior Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) ini sudah mendesain sepuluh bangunan di Bandarlampung. Hampir semuanya kafe yang saat ini sedang hits. Dia juga mendesain interior kantor dan rumah.

Project pertamanya adalah Moore Coffee & Pastry, Morotai. Tidak hanya mendesain, Dinda bersama timnya juga melaksanakan pembangunannya. Bangunan lain yang Dinda desain adiantaranya Cafe Kiyo, Palapa, Daja House Nuju Coffee  hingga Putri Citra Dinis Make-up Studio, Palapa.

”Pasar yang pertama itu aku lebih ke kafe, tempat komersil, dan home décor. Target pasarnya sih aku maunya nasional, nggak cuma di Lampung saja,” ucap Dinda di Daja House, Enggal.

Dalam merintis usahanya, Dinda tidak sendiri. Bersama teman dekatnya, Dinda kemudian membentuk tim. Mereka memanfaatkan masa Pandemi Covid-19 untuk banyak belajar dalam bisnis ini. Awalnya mereka menjadi konsultan kecil-kecilan dalam desain bangunan. Dinda memosisikan diri sebagai desainer. Partnernya yang mengambil peran sebagai pemborong.

”Makanya bisa jalan sampai saat ini karena memmang kita ada tim pelaksana dan perancangan gitu,” ucap anak kedua dari enam bersaudara ini.

Dinda mengakui bahwa industri properti saat ini lebih bergerak ke style anak muda. Jadi dalam inspirasi desainnya, Dinda akan berdiskusi dengan klien. Dia akan memberi masukan mulai dari bentuk, fungsi, dan estetika sampai mendapatkan desain yang sesuai dengan konsep bangunan. Karena pada saat berdiskusi, dia akan tetap mempertahankan prinsip-prinsip arsitektur.

”Misalnya ketika mendesain kafe, klien minta ada ruang lingkup outdoor. Fungsinya buat chilling sore. Tapi nggak boleh melupakan bahwa kalau siang di Bandarlampung itu panas. Jadi harus memikirkan harus pakai outdoor atau indoor dengan sistem pencahayaan begitu. Lalu penempatan kursi, jangan terlalu dekat karena ada sirkulasi manusianya,” ucapnya.

Tak hanya fungsi dan struktur bangunan. Estetika arsitektur juga menjadi bagian penting dalam perencanaan.
”Yang aku pikirin juga, Instagramable tidak tempatnya? Itu sebenarnya penting. Karena bangunan yang menarik secara visual itu akan membuat orang keluar rumah dan datang. Aku sendiri kalau ke kafe berpikir, mau foto nggak di tempat itu? Jadi aku buat sedemikian rupa dari referensi klien supaya tetap Instagrammable,” kata Dinda yang menganut aliran modern kontemporer ini.

Soal rancang bangunan, Dinda juga merupakan arsitek yang sangat detail dalam mengukur dimensi ukuran. Dia akan memulainya dengan site visit atau mengunjungi lahan yang akan dibangun. Selain pengukuran, Dinda dan tim akan melihat kondisi tanah, pencahayaan, dan sebagainya. Termasuk dalam hal memanfaatkan lahan kecil tapi berestetika tinggi dan memiliki fungsi ruang. Sedangkan, soal bisnisnya, Dinda lebih banyak belajar dengan senior-seniornya yang lebih berpengalaman di Jakarta.

”Mendesain lahan kecil lebih challenging. Misalnya lahan 3×5 meter. Bagaimana caranya kita bisa memasukkan banyak program di sini? Ada tempat tidur, ada ruang kerja, ruang tamu. Kalau seperti itu, mainkan elevasinya. Kalau tidak bisa lantai dua, kita gali tanah ke bawah. Jadi aku lebih memainkan imajinasi bagaimana memanfaatkan ruang sebanyak mungkin,” kata dia. (dna/wdi)






  • Bagikan