Mudahnya Isi e-Filing Lewat Online Pajak

  • Bagikan

radarlampung.co.id– Terhitung mulai 1 April 2018, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan menerapkan peraturan baru terkait wajib lapor pajak online, atau e-Filing SPT Masa PPh Pasal 21/26 dan PPN.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 9/PMK.03/2018 tentang Surat Pemberitahuan (SPT) yang diterbitkan pada 26 Januari2018. Peraturan tersebut diterbitkan untuk modernisasi dan penyederhanaan administrasi pengelolaan SPT dalam mendukung kemudahan berusaha (ease of doing business).

Peraturan yang merupakan perubahan dari PMK Nomor 243/PMK.03/2014 tersebut menegaskan format dokumen elektronik tidak dapat lagi disampaikan secara langsung ke KPP, seperti yang sebelumnya dilakukan oleh wajib pajak. Kemudian, bagi wajib pajak yang tidak melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21/26 dan PPN melalui e-Filing, dianggap tidak menyampaikan SPT.

Berdasarkan Pasal 8 ayat (2a) PMK SPT terbaru, Online Pajak merupakan salah satu saluran resmi yang diakui pemerintah untuk melakukan e-Filing. Artinya, Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dan Nomor Tanda Terima Elektronik (NTTE) yang diperoleh dari Online Pajak juga diakui legalitasnya.

Baca Juga:   Apindo Lampung, PBL Hingga Donatur Bagikan Paket Sembako

Berangkat dengan misi untuk meningkatkan penerimaan Negara yang lebih baik, perusahaan teknologi finansial (tekfin) yang telah berhasil mengelola Rp 43 triliun pajak di tahun 2017. Dengan hadirnya Perusahaan Tekfin untuk membantu wajib pajak mempermudah administrasi dan pelaksanaan perpajakan perusahaan secara instan dan terintegrasi. Telah dipercaya lebih dari 500 ribu pengguna dan 80 ribu perusahaan, Online Pajak menyediakan sebuah aplikasi pajak berbasis web yang lebih efektif dan efisien.

“Kami percaya bahwa inovasi teknologi salah satu kunci keberhasilan dalam mempermudah pengelolaan pajak untuk fungsi pelayanan yang optimal bagi masyarakat. Inovasi e-Filing merupakan bukti nyata kontribusi Online Pajak dalam membantu wajib pajak menyelesaikan kewajiban perpajakan,” jelas Charles Guinot, Founder dan Direktur Online Pajak, Senin(12/3).

Online Pajak merupakan aplikasi perpajakan berbasis web yang memudahkan wajib pajak untuk melakukan hitung, setor, lapor pajak sehingga setiap wajib pajak baik individu maupun badan dapat memenuhi kewajibannya. Aplikasi yang dirintis sejak September 2015 dan telah disahkan oleh Direktorat Jenderal Pajak sebagai aplikasi alternative ini memiliki misi mengurangi beban administrasi perusahaan sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian.

Baca Juga:   Tunas Honda Lampung Komitmen Edukasi Masyarakat Dalam Berkendara dengan #Cari_Aman

Nantinya, Online Pajak memungkinkan pengguna untuk melacak bukti lapor dengan mudah karena proses dokumentasi yang tersimpan aman. Selain itu, e-Filing Online Pajak juga dapat mengakomodasi pelaporan semua jenis pajak dengan beragam status pembayaran, sehingga berbagai macam perusahaan dengan latarbelakang industri dan skala bisnis yang berbeda, dapat menggunakan fitur e-Filing Online Pajak tanpa merogoh kocek.

Kelebihan lain dari aplikasi Online Pajak ialah fitur e-Filing CSV. Melalui fitur ini, pengguna dapat melakukan pemindahan data file CSV Pelaporan dari e-SPT ke aplikasi Online Pajak secara otomatis, langkah selanjutnya e-Filing dilakukan hanya dengan sekali klik. Bagi perusahaan yang berskala besar, Online Pajak menyediakan fitur e-Filing Bulk Upload, yang memungkinkan pengguna mengunggah banyak data CSV pelaporan sekaligus, untuk beragam jenis SPT dan NPWP perusahaan secara otomatis, serta melakukan lapor pajak online dengan praktis. Selanjutnya dipastikan wajib pajak akan menerima Bukti Penerimaan Elektronik yang resmi dari DJP. (rls/ynk)




  • Bagikan