Mulai 6 Mei, Kendaraan Luar Kota Dilarang Masuk Lampung

  • Bagikan
Kepala Dinas Perhubungan Lampung Bambang Sumbogo. FOTO PRIMA IMANSYAH PERMANA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Alat deteksi Covid-19 Genose C-19 telah dipasang di beberapa titik alat transportasi di Lampung. Seperti, Bandara Radin Inten II, Pelabuhan Bakauheni, Terminal Rajabasa, dan Stasiun. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Bambang Sumbogo mengatakan, penggunaan alat deteksi Genose C-19 ini untuk memberikan nilai lebih ekonomis bagi masyarakat.

Di mana, untuk di Bandara Radin Inten II penggunaan Genose C-19 dimulai sejak 19 April hingga saat ini, dengan biaya Rp40 ribu. Total penumpang yang melakukan penerbangan 5.638 orang dan yang melakukan test Genose C-19 581 orang.

“Dari 581 orang itu, 19 orang di antaranya positif. Memang Genose ini sangat sensitif, bau parfum, rokok, dan lainnya mempengaruhi. Dari pihak bandara diserahkan ke KKP untuk selanjutnya,” tuturnya, Kamis (29/4).

Kemudian, di terminal Rajabasa ada alat Test Genose C-19 bantuan Dirjen Perhubungan Darat yang mulai dilakukan test secara random sejak 10 April, kepada 257 orang, dan hasilnya negatif.

Baca Juga:   Bulan Depan, Gubernur Lampung Bantu Alat Penyambung Apheresis untuk Donor Plasma Konvalesen

“Di Kereta Api, karena mereka sudah fungsional. Seperti KA Palembang hanya satu kali sehari, dari Baturaja 2 kali. Kita lakukan Genose mulai  25 April dibeberapa stasiun kepada 291 penumpang. Hasilnya negatif,” tuturnya.

Sedangkan di Pelabuhan Bakauheni baru mulai diterapkan hari ini dengan menyediakan delapan bilik test Genose C-19 yang tersebar di Dermaga Eksekutif empat bilik dan reguler empat bilik. “Kalau di Pelabuhan Panjang belum karena pelabuhan logistik,” tuturnya.

Bambang menerangkan, terkait larangan mudik akan diberikan perlakuan tegas pada 6-17 Mei 2021, yang mana telah jelas disampaikan tidak boleh mudik, kecuali yang dikecualikan seperti TNI, Polri, ASN, dan lainnya, seusai peraturan Satgas Covid-19.

“Tapi untuk waktu sekarang seperti dilakukan Kota Bandarlampung lebih ke pengawasan Prokes. Nah, yang membedakan moda darat, laut, udara, dan KAI. Kendaraan darat, masih sifat random acak. Dan kendaraan pribadi imbauan melakukan Test PCR, Antigen, dan Genose,” tuturnya.

Baca Juga:   Gubernur Lampung Resmikan Nama Jalan R. Soeprapto

Dirinya pun menghimbau kepada pihak kabupaten/kota yang melakukan cek poin di lapangan untuk menyediakan Antigen atau Genose, sehingga masyarakat yang dari Jawa lupa dapat test di tempat.

“Sehingga masyarakat yang dari Jawa sampai sini gak usah putar balik, kasihan. Tapi dengan adanya test Genose bisa difasilitasi dengan harga terjangkau,” tuturnya.

Sementara, lanjut Bambang sebelum 6-17 Mei 2021, masyarakat yang melintas atau datang dari luar kota cukup lakukan protokol Covid-19. “Kita sesuai pertimbangan pak presiden, sebelum 6-17 Mei trevel, bus, dan kendaraan umum diberi kesempatan ngangkut penumpang, tapi bukan berarti memberi kesempatan boleh masuk sini sebebasnya. Namun dengan prokes yang sangat ketat,” jelasnya.

Ditegaskannya, selama 6-17 Mei kendaraan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) berhenti total, sedangkan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dikendalikan. “Jadi AKAP benar-benar tidak beroprasi,” tuturnya. (pip/sur)




  • Bagikan