Bulan Ini, Tim Terpadu Janji Mulai Segel BTS Nakal

  • Bagikan
FOTO ILUSTRASI INTERNET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tim Terpadu penertiban tower BTS (Base Transceiver Station) akan kembali menertibkan tower yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) No. 7 Tahun 2014 tentang Menara di Atas Gedung. Ketua Komisi I DPRD Bandarlampung Nu’man Abdi menuturkan, dari rapat yang dilakukan tim terpadu menjelang penutupan tahun 2018, pihaknya juga akan menindak tower-tower yang melanggar Perda Nomor 9 tahun 2017 tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi.

“Ya, kemarin sebelum 31 Desember 2018 kami telah kembali melakukan rapat bersama tim terpadu, yaitu Diskominfo, Disperkim, Pol PP, DPMPTSP dan lainnya terkait kelanjutan penertiban tower BTS yang melanggar Perda No. 7 tahun 2014 dan akan dilakukan penertiban pekan depan,” ujarnya kepada Radarlampung.co.id.


Dari rapat tersebut, menurut Nu’man juga dibahas terkait menara telekomunikasi yang melanggar Perda No. 9 tahun 2017 mengenai Retrebusi Pengendalian Menera Telekomunikasi, yang mana pada rapat tersebut diketahui bahwa pajak yang masuk ke Badan Pengelolahan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) sekitar 21% dari target yang ditetapkan.

Baca Juga:   Update Covid-19 Lampung : PPKM Bandarlampung Level 3, 14 Daerah Level 2

“Jadi ada banyak menara telekomunikasi yang tidak membayar retribusi, dimana dari target retribusi menara telekomunikasi tahun 2018 sebesar Rp2 miliar, dan sampai akhir tahun hanya diterima sekitar Rp430 juta atau sekitar 21% dari target awal, ini sangat jauh dari target,” ujarnya.

Maka dari itu ia pun telah memberi warning kepada peusahaan menara telekomunikasi yang juga melanggar Perda No. 9 tahun 2017 menengai Retribusi untuk segera diselesaikan, kalau tidak akan disegel. ”Ya kita akan lakukan tindakan segel sementara juga bagi yang melanggar Perda No. 9 tahun 2017,” ujarnya.

Ditanya rencana penyegelan terhadap menara-menara yang melanggar Perda No. 9/2017, menurutnya akan dilakukan mulai Januari 2019 ini. ”Ya tentu kita tidak hanya melakukan penyegelan terhadap menara BTS yang melanggar Perda No. 7/2014, tetapi juga yang melanggar Perda No. 9/2017,” ucapnya.




  • Bagikan