Mulai Pergantian Musim, Masyarakat di Himbau Ikut Tanggap Bencana

  • Bagikan
Rudi Sjawal Sugiarto. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Mulai pergantian musim di Lampung saat ini, mendorong semua pihak untuk siaga. Pasalnya bencana memang dapat muncul kapan saja, terlebih saat ini tengah pergantian musim.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung Rudy Sjawal Sugiarto menyebut semua daerah di Lampung berpotensi akan bencana.


“Untuk daerah yang rawan hujan, banjir, longsor dan bencana BPBD memetakan 15 kabupaten/ kota hampir seluruhnya berpotensi karena sejumlah kejadian alam. Karena itu, langkah upaya kita menyebarluaskan informasi tentang waspada bencana yang di rilis oleh BMKG dan BNPB. Sejumlah informasi seperti surat edaran yang akan kami keluarkan,” beber Rudy, Senin (17/10).

Dia menyebutkan dalam menangani bencana, BPBD Provinsi memiliki posko 1×24 jam. Sehingga setiap kejadian yang ada di provinsi Lampung nantinya BPBD kabupaten/kota akan langsung laporan ke Provinsi untuk di tindaklanjuti.

Baca Juga:   Sekprov : Jokowi Minta Lampung Harus Banyak Infrastruktur Ramah Lingkungan

“Jika memang bencana masih bisa ditangani BPBD setempat, maka akan ditangani. Tapi kalau kekurangan peralatan atau sebagianya langsung koordinasi ke Provinsi untuk dilakukan tindak lanjut oleh Satgas,” tambahnya.

Namun jika ada permintaan bantuan dari kabupaten/ kota, BPBD Provinsi Lampung siap menyediakan bantuan. Seperti satgas yang saat ini berjumlah 30 orang. Ada juga relawan dan forum penanggulangan bencana guna membantu jika dibutuhkan.

Terpisah, Wakil Gubernur Lampung Chusnunia mengatakan telah membahas persoalan bencana di Provinsi Lampung. Guna mencegah ketidaksiapan tanggap bencana, Nunik -sapaan akrab Chusnunia- menyebut harus ada persiapan dengan melakukan pelatihan pada masyarakat guna tanggap pada bencana.

“Pada 2022 mitigasi bencana kita harus kuat. Pelatihan-pelatihan mitigasi bencana, pencegahan bencana, antisipasi bencana, pelatihan di masyarakat yang rentan bencana harus di maksimalkan 2022. Dari awal tahun kita perbanyak pelatihan mitigasi bencana yang melibatkan masyarakat, karena masyarakat juga harus tahu, tidak hanya petugasnya. Karena daerah yang ditinggali masyarakat, itu masyarakat nya harus tahu,” beber Nunik.

Baca Juga:   Tinjau Pelaksanaan SKB CPNS, Juanda Naim: CPNS Kemenag Wajib Berintegritas dan Berkompeten

Karena, antisipasi bencana bisa dilakukan dengan melakukan mitigasi sebelumnya kepada masyarakat. Kemudian jika terjadi bencana, masyarakat tahu apa yang harus dilakukan, sehingga masyarakat siap. (rma/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan