Muncul ke Publik, Begini Penjelasan Esti Nurfatonah Terkait Dugaan Suap Seleksi Komisioner KPU

  • Bagikan
Usai Pleno Senin (11/11), Ketua KPU Lampung Erwan Bustami memimpin konferensi pers terkait dugaan penipuan dan suap rekrutmen calon komisioner KPU Tuba di sekretariat KPU setempat. FOTO AGUNG BUDIARTO/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Akhirnya Esti Nur Fatonah buka suara terkait dugaan dirinya menerima uang Rp100 juta sebagai upaya meloloskan salah satu komisioner kabupaten/kota.

Dalam konferensi pers yang digelar di kantor KPU Lampung, Senin (11/11), Esti mengaku sengaja menunda memberikan keterangan ke publik dikarenakan berbagai alasan.

“Saya kira saya perlu penyesuaian diri. Saya mohon maaf belum merespon konfirmasi di WA, SMS, dan telepon. Saya sedang bimtek, saya tidak mau memberikan keterangan satu persatu. Saya menunggu klarifikasi secara bersamaan. Jangan sampai persoalan ini membunuh karakter saya,” ujarnya.

Dia juga menampik jika ada pertemuan dengan Viza Yelisanti Putri dan suaminya. Ternasuk dengan adanya rekaman suara dan rekaman video yang menuding terjadinya lobi-lobi penentuan nilai untuk mendudukkan sebuah nama sebagai komisoner KPU Tuba.

Baca Juga:   Awas, Jangan Coba-Coba Timbun Obat dan Oksigen Medis !

“Memang ada rekaman itu tapi hanya dua detik saja. Dan tidak membuktikan apapun. Karena saya memang tidak melakukan apa-apa. Tidak ada transaksi di sana. Sebagai panelis saya memang diberikan fasilitas kamar, tapi tidak ada pertemuan apapun di sana dengan siapapun,” sebutnya.

Saat ditanya apakah dia bakal menuntut balik soal tudingan terhadap dirinya, dia mengaku akan mempelajari terlebih dahulu. Dia mengaku masih menghormati proses hukum yang dituduhkan terhadap dirinya. Namun, jika memang dia terbukti bersalah dia mengaku siap menerima proses hukum yang ada.

“Saya kira saya tidak mau bertindak cepat. Saya belum tahu saya bersalah atau tidak. Nanti saya lihat dulu,” ujarnya.

Baca Juga:   Sepakat, Akses Menuju Ponpes Daarul Ulum Dibuka, Ini Syaratnya

Dia juga meminta kepada pihak yang menuding agar jangan membuat keterangan yang terksesan penggiringan opini.

“Dengan tuduhan-tuduhan itu saya kira bisa ditanya dengan yang bersangkutan. Persoalan transaksi di Hotel Horison ya tanyakan saja. Sebab saya juga tidak tahu Hotel Horison itu di mana. Dia menuduh itu apa iya dia melihat sendiri,” kata dia. (abd/sur)




  • Bagikan