Mustafa: Tak Ada Lain Hanya Pertolongan Allah SWT!

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Calon gubernur Lampung Mustafa meminta tim sukses, relawan, dan pendukungnya tetap semangat berjuang meraih kemenangan. Hal ini diungkapkan Mustafa sebelum menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (25/6).

Menurut Mustafa, apa yang terjadi kepada dirinya adalah perjalanan hidup dalam membangun Lamteng.

“Ini perjalanan hidup. Kita telah bersama-sama berjuang membangun Lamteng. Inilah jalan yang harus ditempuh. Jadi tetap semangat berjuang meraih kemenangan. Niat lurus, maju terus,” katanya.

Pengabdian dengan niat baik dan tulus pun, kata Mustafa, belum tentu semua bisa berjalan dengan baik.

“Ini sebuah ujian yang
harus dijalani. Allah mengingatkan saya. Tidak ada perjuangan yang tak berisiko, meskipun sudah ada niat tulus. Tapi, saya berkeyakinan bahwa ini ujian Allah. Insya Allah semuanya bisa dilalui. Perjuangan tak akan berhenti hingga membawa kemenangan,” ujarnya.

Berada di sini (tahanan KPK), Mustafa menyatakan hidupnya sangat berarti. “Saya merasa hidup ini lebih berarti di sini. Memang sangat kecil yang saya harapkan di sini. Tak ada lain hanya pertolongan Allah SWT. Karena saya tahu, teman-teman juga tahu tentang diri saya. Saya bukan siapa-siapa, bukan orang hebat, bukan orang yang di belakangnya ada orang hebat. Tapi, saya belajar mandiri. Belajar berkarir, berpolitik, dan berusaha. Memang dari kecil, saya diajarkan seperti itu. Makanya jiwa saya memang sudah tergembleng,” ungkapnya.

Baca Juga:   Sepakat, Akses Menuju Ponpes Daarul Ulum Dibuka, Ini Syaratnya

Ujian ini, kata Mustafa, bukan hanya kepada dirinya. “Ujian ini bukan hanya kepada saya. Kalau bagi diri saya, nggak masalah.
Seperti yang saya katakan di atas podium, saya bupati yang siap menghibahkan nyawa dan harta saya ketika negara memerlukan,” ucapnya.

Sekarang ini, kata Mustafa, dirinya berpikir bagaimana nasib Lamteng dan program-progrmanya serta Lampung ke depannya supaya lebih baik. “Saya memikirkan Lamteng dan program-programnya. Bahkan Lampung ke depannya supaya lebih baik lagi. Saya berjuang bagaimana masyarakat yang membangun Lampung yang dicintai. Saya tidak ingin Lampung dibangun orang besar dan jadi boneka. Saya nggak rela. Makanya, saya bergerak memperjuangkan Lampung. Bagaimana kita punya idelisme dan cita-cita besar untuk Lampung tercinta ini,” ujarnya.

Sekarang ini, Mustafa merasa ditegur Yang Mahakuasa. “Ini teguran bagi saya dari Allah. Ibaratnya, ‘Kamu in Mustafa belum ada apa-apanya menjadi gubernur. Jadi jangang coba-coba maju jadi gubernur’. Tapi, yakinlah cobaan ini tak menyurutkan semangat saya mengabdi. Bersama kepala daerah lain di Nusantara akan menyatukan visi lebih besar membangun Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga:   Polresta Pantau Ketersediaan Obat-obatan dan Multivitamin Penderita Covid-19

Apa pun keputusan majelis hakim nanti, kata Mustafa, harus diterima dengan ikhlas dan sabar. “Keputusan hakim nanti harus diterima dengan ikhlas dan sabar. Tentunya dengan kesabaran, Insya Allah bisa meraih kemenangan,” ungkapnya.

Mustafa berharap peristiwa yang terjadi tidak menyurutkan perjuangannya. “Tetap semangat. Semua bisa dikoordinasikan dengan Plt. bupati dalam membangun Lamteng. Saya mohon doa agar diberikan kelancaran dalam menjalankan sidang-sidang. Apa pun keputusannya nanti jadi yang terbaik. Selama matahari bersinar, Mustafa tetap KEce,” tutupnya.

Sedangkan sang istri tercinta Nessy Kalvia Mustafa meminta doa kepada seluruh masyarakat Lamteng dan simpatisan agar suamniya diberikan kelancaran dalam menjalani proses sidang ini. “Doakan Bapak supaya proses sidangnya berjalan lancar. Mudah-mudahan proses hukumnya cepat selesai. Paling lambat sidang keputusan dilaksanakan pada 25 Juli 2018,” pintanya.

Terkait peluang Mustafa bisa ikut mencoblos, Nessy menyatakan kecil kemungkinan. “Kemungkinannya kecil bisa mencoblos,” ungkapnya yang akan mencoblos di Kampung Bumiaji, Kecamatan Anaktuha. (sya/gus)




  • Bagikan