Nanang: Saya Komit Jaga Pesan Abang (Zainudin) untuk Jangan Main Proyek

  • Bagikan
Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (24/1). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tujuh saksi dihadirkan dalam persidangan perkara suap fee infrastruktur Lampung Selatan (Lamsel) atas dua terdakwa, Agus Bhakti Nugroho dan Anjar Asmara, Kamis (24/1).

Ketujuh saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yaitu, Nanang Ermanto selaku Plt. Bupati Lamsel, Hendri Rosadi (Ketua DPRD Lamsel), Thomas Americo (Kadis Pendidikan Lamsel), Fredy SM (Sekkab Lamsel), Farhan Wahyudi (Karyawan Swasta), dan Tirta Saputra (PNS Lamsel).

Dalam kesaksiannya Nanang mengaku tidak pernah bermain proyek dalam perkara suap fee proyek Lamsel. Karena sebelumnya dia disampaikan oleh Zainudin Hasan untuk jangan main proyek.

“Sebelumnya memang dari awal sudah komitmen dengan abang (Zainudin, red) dia menyampaikan enggak usah main proyek. Waktu itu Ketua DPRD (Hendri Rosadi, red) juga ada di situ. Kalau enggak salah penyampaian itu di tahun 2016,” ujar Nanang di hadapan Ketua Majelis Hakim Mansur.

Baca Juga:   Awas, Jangan Coba-Coba Timbun Obat dan Oksigen Medis !

Saat ditanya apakah ia menerima uang dari kedua terdakwa, Nanang menjawab pernah dan setiap pemberian uang itu bertahap-tahap. “Awalnya Rp50 juta dan ada Rp100 juta. Selanjutnya saya agak lupa, tapi total yang saya terima sekitar Rp480 juta dan saat ini sudah diberikan ke KPK,” jelasnya.

Dan, ia kembali menegaskan tidak pernah bermain proyek. “Intinya saya enggak pernah main proyek. Saya juga enggak pernah minta-minta (proyek, red) tergantung dari Bupati. Dan uang yang sudah saya terima juga sudah dikembalikan ke KPK Rp480 juta,” tandasnya. (ang/sur)




  • Bagikan