Napi Gantung Diri Diduga Pakai Kain yang Dipotong-potong

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Rajabasa, Bandarlampung Sudjonggo menyatakan masih menyelidiki kasus gantung diri salah satu Nara Pidana di lapas setempat, Kamis (3/5).

Kepada radarlampung.co.id, Sudjonggo mengatakan bahwa Napi yang bernama Kristian Budiantoro tersebut ditemukan petugas lapas sudah tewas tergantung di atas toilet sel Blok D1.

“Kami masih menyelidikinya. Sebab dia berada di sel tersendiri. Tak ada napi lainnya yang bersamanya,” ungkapnya, Kamis (3/5).

Menurut Sudjonggo, Napi yang tewas gantung diri itu ditemukan tidak memakai baju. Menurutnya, diduga dia gantung diri menggunakan kain yang disambung-sambung. “Kita masih cek. Tapi saat ditemukan dia tidak memakai baju. Diduga pakai baju yang dipotong-potong bisa untuk gantung diri,” ucapnya.

Baca Juga:   Terpidana Fee Proyek Lamsel Jalani Eksekusi Hukuman di Rutan Kelas I Bandarlampung

Sampai tadi sebelum maghrib, jenazah Napi tersebut masih diselidiki oleh Tim Inafis Polresta Bandarlampung. “Kami masih menunggu Tim Inafis melakukan penyelidikan dulu,” ungkapnya.

Napi yang tewas gantung diri dikabarkan adalah Kristian Budiantoro (27) yang divonis selama 20 tahun penjara. Dia terbukti melakukan pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan Ustad Sufian Sauri di Suban, Waylaga Panjang hingga meninggal dunia pada 2014 lalu. (ang/gus)




  • Bagikan