Napi Tewas Gantung Diri di Lapas Ternyata Kasus Begal yang Tewaskan Ustad

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Masih ingat kasus pembegalan di Suban, Waylaga Panjang yang menewaskan Ustad Sufian Sauri? Pelakunya yang menerima vonis hakim 20 tahun penjara adalah Kristian Budiantoro (27) warga Warga 05 Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan.

Sore ini, Napi atas nama Kristian Budiantoro itu ditemukan tewas gantung diri di kamar blok D1, Lapas Kelas IA Rajabasa, Bandarlampung.

Kalapas Rajabasa Sujonggo membenarkan bahwa Napi yang tewas tersebut adalah atas nama Kristian Budiantoro. “Ya benar, dia adalah Napi atas nama Kristian Budiantoro.

Petugas sedang akan kontrol persiapan sore. “Dia ditemukan sudah meninggal saat petugas kami sedang melakukan kontrol sore di lapas,” ungkapnya kepada radarlampung.co.id, Kamis (3/5).

Saat ini, kata Sujonggo, pihaknya masih menunggu pihak kepolisian tim Inafis. “Kami masih menunggu dari kepolisian yakni tim Inafis yang sedang memeriksa. Apakah dilihat dulu apakah ada unsur lain nah itu wewenang kepolisian yang akan selidiki. Tapi kalau dilihat dari luar badannya sih tidak ada kejanggalan,” ungkapnya

Baca Juga:   Waduh, Beras Bantuan PPKM Darurat Berkutu

Informasi yang dihimpun radarlampung.co.id dari persidangan kasus ini sebelumnya, kasus pembegalan Ustad Sofian ini cukup sadis. Kristian bersama pelaku lain yakni Ridho, Kepel dan Cenggeh (DPO) beraksi di Suban Kelurahan Waylaga Kecamatan Panjang melakukan pembegalan sepeda motor milik Ustad Supian Sauri.

Kejadiannya pada Senin (19/5) sekitar pukul 21.00 WIB, terdakwa, Ridho, Kepel, dan Cengkeh berkeliling mencari sasaran korban pencurian motor. Ketiganya menunggu mangsanya di Jalan Suban, Panjang.

Tidak lama kemudian dua pengendara motor melintas sehingga Ridho dan Kepel menghadang pengendara pertama yaitu Arman Sofyan dan menarik tangannya. Arman melawan dengan cara menepis tangan salah satu pelaku lalu menabrakkan motornya sehingga Arman berhasil melarikan diri sambil teriak kepada korban untuk menyuruhnya lari.

Baca Juga:   Polisi Tetapkan 3 Tersangka Penganiayaan Perawat

Korban Ustad Supian yang mendekat ke arah terdakwa, korban pun menabrakkan motornya sehingga komplotan ini dan korban terjatuh. Saat itulah korban memukul terdakwa sebanyak dua kali. Pelaku lalu mencabut sebilah pisau dan menusuk korban sebanyak lima kali.

Pelaku atas nama Ridho menodongkan pistolnya, lalu mendorong tubuh korban ke bibir jurang pinggir jalan. Setelah yakin korbannya jatuh ke jurang, Ridho mengambil motor milik korban. Pada 25 Mei 2014 Ridho menjual motor tersebut kepada Deni di Lampung Timur seharga Rp1,8 juta. Dari hasil tersebut terdakwa mendapat bagian sebesar Rp400 ribu. (ang/gus)

 




  • Bagikan