Narapida Ditangkap BNNP Lampung, Lapas Jadi Tempat Persemayaman Pengendali Narkoba?

  • Bagikan
Tim pemberantasan BNNP Lampung menggelar ekpose ungkap kasus narkotika jaringan Aceh-Lampung di kantor BNNP Lampung, Rabu (10/2). BNNP Lampung berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja seberat 248 kilogram dan tiga tersangka. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Bandarlampung menjadi tempat bersemayamnya pengendali narkoba.

Terbaru, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung meringkus salah satu narapidana yang tengah mendekam di Lapas Rajabasa -sebutan lain Lapas Kelas IA Bandarlampung- mampu mengendalikan pengiriman narkoba jenis ganja asal Aceh ke Lampung.


Narapidana yang berhasil diringkus bernama Heri Susilo (26) warga Bandarlampung, juga terjerat dengan kasus yang sama. Tak hanya dia yang berhasil diamankan, dua orang kurir: Ahmad Sawaludin (28) warga Metro dan Habib Ramadhan (20) warga Bandarlampung juga diamankan.

Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol Jafriedi menjelaskan, ketiga tersangka tertangkap pada Sabtu (6/2) lalu sekitar pukul 22.30 WIB. Di mana, tersangka merupakan jaringan Aceh. “Untuk kurirnya ini kita amankan di Jl. Airan Raya, Jati Agung, Kab. Lampung Selatan,” katanya, Rabu (10/2).

Sedangkan untuk Heri Susilo  ditangkap setelah BNNP Lampung melakukan pengembangan. “Dan dia ini mengendalikan dari dalam Lapas Rajabasa. Dan sudah kesekian kalinya melakukan ini,” kata dia.

Dari hasil penangkapan tersebut, BNNP Lampung berhasil mengamankan barang bukti berupa ganja seberat 1/4 ton. Juga barang bukti Mobil Grandmax dan 5 handphone. “Pasal dikenakan 114 ayat 2 atau 111 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” jelasnya.

Baca Juga:   Tok! Pencabul Anak Kandung Divonis 17 Tahun Penjara

Untuk kronologis penangkapannya lanjut jenderal bintang satu ini, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat akan ada pengiriman narkoba jenis ganja yang cukup banyak.

“Kita dapatkan info itu sekitar pukul 18.30 WIB. Jadi dari masyarakat itu akan ada pengendali yang memesan (ganja) untuk membawa barang ini ke Jakarta. Dan (pengendali) itu berasal dari Lapas Rajabasa,” ucapnya.

Setelah itu, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan cara debt undercover. “Yang dimaksud debt undercover ini masuk langsung dan berkomunikasi dengan jaringan ini. Jadi kita masuk dan berkomunikasi dengan jaringan membawa truk yang dipesan mereka,” bebernya.

“Kemudian pas ada dua orang yang menjadi target operasi yakni kini telah dimasukan ke dalam daftar DPO inisial TN dan TM, dimana mereka ini dari Sumatera Utara akan membawa masuk (narkoba) ke sini (Lampung) lalu disimpan di suatu gudang di sini (Bandarlampung),” tambahnya.

Jadi, lanjut dia, usai disimpan itu mereka ini pun berpikir bagaimana caranya membawa ke Jakarta. “Lalu disuruhlah kepada pengendali kurir tadi untuk memesan truk. Gudangnya kami enggak bisa sebutkan. Tetapi wilayahnya sekitar Wayhalim Bandarlampung,” ungkapnya.

Baca Juga:   Diserang Buaya Muara, Warga Tanggamus Terluka

Setelah itu, kemudian mobil grand max milik para tersangka mengambil barang dari mobil TN dan TM untuk dipindahkan ke truk sayuran. Untuk dibawa ke Jakarta. “Tetapi sebelum sampai ke truknya kita lakukan penangkapan,” ucapnya.

Ditanya apakah ada keterlibatan dari dalam pihak Lapas Rajabasa, Kepala BNNP pun menjelaskan untuk itu pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kakanwil Kemenkumham Lampung.

“Sebelum melakukan penangkapan memang kita sudah koordinasi dengan Kakanwil dan kita enggak bisa sembarangan masuk ke LP (Lapas), makanya salah satu Narapidananya kita izinkan untuk diperiksa. Untuk kita kembangkan lebih lanjut kemana arahnya,” katanya.

“Dan mohon bersabar untuk wartawan. Kita enggak bisa emosional dalam mengungkap ini. Jadi kita harus profesional. Dan jelas saya sudah koordinasi dengan instansi terkait itu. Sambutan mereka pun sepenuhnya mendukung. Dijelaskan bahwa mereka akan melakukan koreksi internal,” kata dia.

Sebelum melakukan penangkapan terhadap Heri Susilo, pihaknya pun telah melakukan tes urine kepada tersangka. “Hasilnya pun positif menggunakan narkoba. Kasus ini pun masih kita kembangkan,” ungkapnya.




  • Bagikan