Narkoba Marak di Lapas, Ini Kata Granat

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Bandarlampung Ginda Ansori angkat bicara terkait keluar masuknya peredaran narkotika dari dalam Lembaga Masyarakat (Lapas) maupun Rumah Tahanan (Rutan).

Saat dihubungi radarlampung.co.id, pria yang juga berprofesi sebagai lawyer ini menilai pengawasan di dalam Lapas maupun Rutan masih lemah. Sebab Lapas dan Rutan yang seharusnya bersih dari narkotika justru tempat ajang para pembisnis barang haram tersebut.


“Peredaran narkoba itu tidak terkonsep, masih banyak celah-celah atau oknum yang bermain. Artinya ada banyak hal kalau kita melihat bahwa narkoba ini ancaman bangsa bukan dijadikan bisnis. Seperti di dalam Lapas dan Rutan, justru tempat itu seharusnya bersih dari narkoba ini malah lokasi itu tempat hal yang menjanjikan, “kata dia, Kamis (8/2).

Baca Juga:   Sepanjang 2021, 1.757 Kasus Narkoba Diungkap Polda Lampung

Menurutnya, pegawai yang ada di Lapas dan Rutan seharusnya adalah orang-orang yang bersih. Bila perlu pegawai tersebut harus di tes seperti darah dan rambutnya. “Bersihkan dulu pegawainya, baru kita sepakat bahwa narkoba ini harus diberantas, “tegasnya.

Lalu fakta lainnya yang membuat Lapas dan Rutan lemah, lanjut Ansori, mudahnya masuk barang seperti hanpdhone. Seharusnya, pegawai Lapas dan Rutan harus disiplin bahwa tidak ada kompromi tentang persoalan narkoba.

“Ini menandakan bahwa pengawasannya masih longgar. Saya saja subuh tadi ditelfon oleh salah satu narapidana minta tolong disampaikan kepada keluarganya untuk dibantu dan dikirimkan pulsa. Padahal kita sendiri tahu bahwa handphone tidak boleh masuk, dan ternyata faktanya masih bisa berkomunikasi. Dengan masuknya handphone, ini membuat kesempatan orang bermain, “pungkasnya.(adm/ang)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan