Nekat, Dua Pemuda Gorontalo ke Tanah Suci Naik Sepeda


Foto Dok. Pribadi

PUNYA cita-cita ke Tanah Suci sejak masih remaja, Andi Harvin Dg Thalib (26) dan Chairul Maatini (27) punya cara sendiri untuk mewujudkannya. Berbekal sepeda, dua pemuda asal Gorontalo ini nekat menggoes sampai ke Mekkah.

LAPORAN ELGA PURANTI, BANDARLAMPUNG 





MEMPUNYAI kesempatan untuk beribadah di Tanah Suci merupakan mimpi setiap muslim. Masing-masing orang punya cara sendiri untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Terkendala biaya yang besar untuk sampai ke Mekkah, tidak lantas membuat dua pemuda asal Gorontalo ini menyarah.

Pada Juni 2021 lalu, Andi Harvin Dg Thalib (26) dan Chairul Maatini (27) akhirnya memutuskan untuk memulai perjalanan mereka menuju Mekkah, hanya dengan mengendarai sepeda.

Kepada Radarlampung.co.id (Radar Lampung Group), Andi mengatakan, keinginan untuk mengunjungi Mekkah sudah ada sejak duduk di bangku sekolah. Bahkan dirinya sudah pernah berusaha menabung demi mewujudkan cita-cita.

“Nah, berhubung saya pribadi bukan tipe orang yang pandai menabung, misalnya untuk menabung sekitar Rp25 juta untuk modal ke sana (Mekkah, red) mungkin saya kurang mampu untuk itu, jadi kami mengambil jalan ini,” katanya, Minggu (6/2).

Usai menyelesaikan studinya di sebuah Perguruan Tinggi di Gorontalo pada 2019 lalu, Andi kembali fokus pada mimpinya untuk pergi ke Mekkah.

Lantaran punya basic sebagai pecinta alam, Andi malah punya ide untuk melakukan back packer low buget demi sampai ke Mekkah.

“Jadi yang pertamanya suka naik-turun gunung, sekarang saya rubah petualangan saya ke arah yang religi,” tambahnya.

Pada saat itu, kebetulan Andi juga mendapatkan info tentang beberapa orang yang juga nekat pergi ke Mekkah dengan bersepeda. Lantaran itu, Andi juga jadi punya ide untuk melakukan hal yang sama.

“Pada saat itu kebetulan saya sempat dengar ada orang yang sudah pernah pergi ke sana (Tanah Suci) dan sudah pulang lagi ke Tanah Air. Itu orang malang bersama istrinya. Nah dari situ, berhubung saya punya sepedah, jadi mulai lah merencanakan perjalanan,” katanya.

Setelah melakukan riset panjang sekitar setahun, mulai dari akhir 2019, Andi dan rekannya akhirnya memantapkan diri untuk mulai melakukan perjalanan pada Juni 2021 dari Gorontalo.

Adapun rute yang ditempuh Andi dan rekannya, yakni dari Gorontalo menuju Sulawesi Tengah, kemudian ke Sulawesi Barat, Sulawesi selatan sampai akhirnya tiba di Makassar.

Dari Makassar, Andi dan rekannya kemudian melakukan penyebrangan melalui jalur laut menuju ke Surabaya, Jawa Timur. Kemudian perjalanan dilanjutkan sampai ke Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga ke Jakarta dan Banten.

“Dari Banten kemudian kami menyeberang ke Bakauheni. Alhamdulillah Sabtu (5/2) kemarin baru tiba di Bandarlampung,” tambah dia.

Andi mengatakan, keduanya akan beristirahat di Bandarlampung selama 4 sampai 5 hari. Kemudian perjalanan akan dilanjutkan lagi ke Palembang, Jambi, dan menyeberang ke Batam sebelum akhirnya pergi menuju Singapura.

Sebelum melakukan perjalanan panjang, Andi dan rekannya juga telah melakukan sejumlah persiapan. Di antaranya mental, lantaran menurutnya, mereka harus siap menghadapi kondisi apapun saat dalam perjalanan.

Di samping itu, mereka juga melakukan pelelangan sepeda. Karena dalam perjalanan yang ditempuh keduanya, juga tetap harus ada perawatan sepeda yang dilakukan.

Disinggung soal dana perjalanan, Andi mengaku sampai saat ini masih menggunakan dana mandiri. Di antaranya dari penjualan merchandise kaus dan topi. Kemudian juga usaha-usaha di Gorontalo.

“Lalu dari perjalanan Gorontalo ke Lampung sendiri, alhamdulillah banyak sekali yang support,” tambahnya.

Ditanya soal estimasi waktu perjalanan yang harus ditempuh menuju Mekkah, Andi mengatakan, pihaknya telah memperkirakan perjalanan tersebut akan memakan waktu sekitar satu tahun.

Sementara untuk perjalanan di luar negeri yakni dari Singapura menuju Mekkah, diperkirakan akan menghabiskan waktu sekitar 4 sampai 5 bulan perjalanan.

Sayangnya, hingga saat ini baik Andi maupun rekannya masih menunggu kabar baik terkait dokumen yang harus dibawa dalam rangka perjalanan ke luar negeri.

Andi bahkan harus menghabiskan waktu sekitar dua bulan di Jakarta, demi mengurus sejumlah dokumen yang diperlukan.

“Sampai dengan saat ini Kami belum mendapatkan Visa. Kemarin waktu di Jakarta kami hampir dua bulan untuk mengurus dokumen, tapi sayangnya negara yang akan kami lewati itu belum menerbitkan visa turis. Sampai dengan saat ini kami masih menunggu sebelum tiba di Batam, daerah terakhir sebelum memasuki negara lain,” terangnya. (*/sur)