Nelayan Meninggal Terima Klaim Asuransi Rp 200 Juta

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Rasa haru terlihat dari wajah Jumanah  istri dari almarhum Saman, warga Dusun Piabung, Desa Sanggi Kecamatan, Padang Cermin, nelayan setempat yang meninggal dunia.

Duka masih menyelimuti rumah sangat sederhana yang dihuni Jumanah beserta 10 anaknya ketika Tim Asuransi Nelayan Dinas Perikanan Kabupaten Pesawaran mendatangi kediaman tersebut.

Kedatangan Tim Asuransi bermaksud memberitahukan kepada beliau bahwa Bapak Saman mendapatkan klaim asuransi nelayan sebesar Rp200.000.000, yang ditransfer langsung ke rekening Jumanah selaku ahli waris. Jumanah tidak menyangka almarhum Saman yang berpofesi sebagai nelayan telah ikut program Asuransi Nelayan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Eky Yuli Widianto R. S.Pi mendampingi Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pesawaran Ir. Heriansyah, MM membenarkan kabar tersebut.

“Benar, Bapak Saman adalah salah satu nelayan kami yang meninggal akibat di sambar petir pada saat beliau melakukan kegiatan penangkapan ikan pada bulan Desember 2017 lalu,” ungkap Eky kepada Radar Lamsel (grup  radarlampung.co.id).

Baca Juga:   Warga Adiluwih Tewas Tergantung di Tiang Bambu

Lanjut dia, Dinas Perikanan Kabupaten Pesawaran bersama PT. Jasindo selaku pihak asuransi bergerak cepat untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi mulai dari kronologis kejadian, pemberkasan hingga pengajuan klaim asuransi atas nama Saman.

“Kami bersyukur, lelah kami tidak sia-sia, pada bulan Januari 2018 dana klaim tersebut telah masuk ke rekening ibu Jumanah sebesar Rp 200 juta,” ujarnya.

Eky menjelaskan, dengan sistem mandiri nelayan dengan cukup membayar Rp50.000, Rp100.000 atau Rp 175.000 pertahun, PT. Jasindo memberikan beberapa pilihan pembayaran polis yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan nelayan. Dimana, asuransi nelayan merupakan salah satu bentuk program apresiasi Pemerintah atas pekerjaan nelayan yang memiliki resiko tinggi. Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga tidak akan berhenti memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, khususnya nelayan. Kabupaten Pesawaran yang memiliki 3.500 nelayan kecil dan 2.033 nelayan diantaranya telah memiliki Kartu Nelayan. Hingga Desember 2017 Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Dinas Perikanan Kabupaten Pesawaran telah menerbitkan 1.460 Kartu Asuransi Nelayan.

Baca Juga:   Warga Adiluwih Tewas Tergantung di Tiang Bambu

“Kami wajib bekerja keras untuk menjadikan nelayan kecil beridentitas dan berasuransi. Semoga pelayanan yang kami berikan dapat membantu beban ibu Jumanah. Kami juga menyarankan dan menghimbau kepada seluruh nelayan di Kabupaten Pesawaran agar memiliki Kartu Asuransi Nelayan. Untuk Kartu Asuransi Nelayan yang sudah habis masa berlakunya agar dapat diperpanjang dengan sistem mandiri,” pungkasnya. (rnn/gus)




  • Bagikan