Ngaku Dianiaya Oknum Polisi, Joki Burung Balap Lapor ke Propam Polda Lampung

  • Bagikan
ilustrasi foto sumber Dive into the Deepest - WordPress.com/ruangmuslimah.co

RADARLAMPUNG.CO.ID-MRT (18) warga Telukbetung Timur Bandarlampung melapor ke Subagyanduan Bidpropam Polda Lampung, Rabu (17/3).

MRT mengaku dianiaya dan disekap oleh oknum polisi berinisial K yang bertugas di Polres Mesuji.  Maliki, orangtua MRT menjelaskan, pihaknya melapor lantaran tak tahan dengan perlakuan oknum polisi itu terhadap putranya. Menurut Maliki, saat menganiaya MRT, K dibantu F dan U yang juga oknum polisi.

Maliki menjelaskan, peristiwa penganiayaan itu berawal saat putranya tengah bekerja sebagai joki burung merpati balap. “Saat itu anak saya sedang melatih burung di Bandarjaya pada tanggal 5 Maret 2021 lalu. Kebetulan burung yang dilatih itu milik oknum polisi itu,” kata dia.

Namun ketika dilepas, burung milik K menghilang. Entah terbang kemana. “Tak mau mendengar penjelasan dari anak saya, oknum itu melakukan penganiayaan. Dan malah menuduh burung itu disembunyikan,” jelasnya.

Baca Juga:   Ingin Follower Bertambah, Motif Oknum Guru Sebar Hoaks Video Kerusuhan Metro

Tak hanya itu, ponsel milik putranya turut disita. Pada 14 Maret MRT kembali dijemput K untuk mencari burung tersebut yang dituding K telah dijual.

Hingga pada akhirnya anaknya kembali disekap dan mendapatkan penganiayaan sampai Rabu (17/3). “Makanya kami melakukan pengaduan ke Propam Polda Lampung.  Agar mereka bisa mempertanggungjawabkan perbuatan mereka,” tegasnya.

“Harapan kami terutama keluarga Propam Polda Lampung segera memproses penganiayaan ini,” ungkapnya.

Terpisah, Kasubid Penmas Bidhumas Polda Lampung, AKBP Iedwan Mahfi mengatakan akan terlebih dahulu atas pengaduan tersebut. “Ya nanti saya cek dulu,” katanya. (ang/wdi)




  • Bagikan