NGS Upaya Pertamina Maksimalkan Distribusi BBM

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Sebagai wujud nyata komitmen Pertamina untuk memberikan pelayanan yang bermutu, efisien, dan efektif kepada masyarakat Marketing Operation Region II Sumatera Bagian Selatan meresmikan fasilitas teknologi New Gantry System (NGS) di Terminal BBM Panjang, Lampung.

TBBM Panjang sendiri menjadi TBBM ke 11 milik Pertamina yang saat ini sudah menggunakan teknologi NGS.

Peresmian NGS di TBBM Panjang dilakukan oleh General Manager MOR II Sumbagsel Erwin Hiswanto bersama pelaksana tugas Walikota Bandar Lampung M. Yusuf Kohar, Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung Prihantono dan Fuel Terminal Manager PT Pertamina (Persero) Arnold A. Pandelaki.

NGS adalah sistem untuk mendukung proses distribusi dan penyaluran BBM dari TBBM yang terpadu, semua proses kegiatan mulai dari mobil tanki masuk ke TBBM, proses pengisian, hingga keluar dari TBBM termonitor dari control room. Saat ini, TBBM Panjang memiliki 6 fasilitas NGS untuk Bay mobil tanki dan 1 fasilitas NGS untuk Bay Backloading atau untuk pengisian ke kapal.

Pantauan langsung sistem terbaru NGS PT Pertamina (Persero) setelah diresmikan di TBBM Panjang, Rabu (9/5). Foto : Yunike Purnama/radarlampung.co.id

“NGS adalah salah satu bentuk komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan sebelumnya teknologi ini juga sudah digunakan di beberapa TBBM, di Sumbagsel, TBBM Panjang menjadi TBBM ke-2 yang menggunakan teknologi NGS selain TBBM Kertapati di Palembang,” jelas Erwin.

Dengan teknologi NGS, proses pengisian BBM ke mobil tanki akan jauh lebih cepat, sebelum digunakannya NGS proses pengisian dapat mencapai 800 liter/menit, dengan NGS dapat meningkat menjadi 2.200 liter/menit.

Baca Juga:   RSUD Dadi Tjokrodipo Bakal Jadi RS Khusus Covid-19

Jika diibaratkan untuk mengisi mobil tanki dengan kapasitas 24 Kilo Liter (KL) dengan menggunakan teknologi NGS, proses pengisian hanya memerlukan waktu 11 menit atau hemat 19 menit dari sebelumnya.

Selain itu, penggunaan teknologi modern ini juga dapat menunjang pengisian beberapa jenis produk BBM secara simultan ke satu mobil tanki.

NGS juga memiliki beberapa keunggulan yang dapat meningkatkan efisiensi operasional Pertamina, yakni sistem sensor Overfill yang mencegah terjadinya tumpahan produk BBM saat pengisian.

Selain itu teknologi NGS juga meningkatkan implementasi aspek Health, Safety, Security, and Environmental (HSSE), karena selain sistem Overfill yang mencegah

terjadinya tumpahan, juga terdapat sistem Vapour Recovery, dimana uap BBM ketika proses pengisian tidak langsung dibuang sehingga lebih ramah lingkungan.

“Dengan teknologi ini, kami yakin kami dapat memberikan layanan distribusi BBM yang jauh lebih baik dan lebih efektif bagi masyarakat di Sumbagsel. Penggunaan teknologi ini juga tidak melupakan efisiensi dan aspek HSSE untuk operasional perusahaan. Harapan kami adalah mendistribusikan energi secara tepat waktu dan tepat mutu,” jelas Erwin.

Proyek NGS di TBBM Panjang sudah dimulai sejak Agustus 2015 sebagai investasi Pertamina bersama proyek NGS di TBBM lainnya dalam mewujudkan Visi menjadi Perusahaan Energi Kelas Dunia.

Sebelum diresmikan, teknologi NGS di TBBM Panjang juga sudah melalui proses uji coba sejak Maret 2018. Plt. Walikota Bandar Lampung M. Yusuf Kohar mengungkapkan apresiasinya terhadap inovasi teknologi NGS di TBBM Panjang.

Baca Juga:   Total, 4.678 Pelamar Bersaing dalam CASN Pemkot Bandarlampung

“Saya bangga dan mengapresiasi inovasi teknologi NGS di TBBM Panjang oleh Pertamina, karena dengan teknologi ini distribusi energi akan makin baik dan lancar sampai di masyarakat,” ungkap Yusuf Kohar.

Bersamaan dengan peresmian NGS, Pertamina MOR II Sumbagsel juga meresmikan Program CSR Ekowisata Konservasi Mangrove dan Kampung Iklim Lestari. Peresmian ini dilakukan secara simbolis oleh Erwin Hiswanto bersama M. Yusuf Kohar kepada perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat, Mitra Bentala sebagai mitra untuk kedua program ini.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab dan kontribusi kami untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan bersama dengan masyarakat,” imbuh Erwin.

Dalam Program Ekowisata Konservasi Mangrove, Pertamina bersama warga Desa Batu Menyan, Kabupaten Pesawaran, melakukan konservasi dengan melakukan penanaman sebanyak 10.000 bibit pertahun, dan mengembangkan potensi ekowisata mangrove.

Sedangkan untuk Program Kampung Iklim Lestari, ini adalah bentuk dukungan Pertamina terhadap program yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Program ini dilaksanakan di Kelurahan Panjang Utara yang terfokus di RT 1-3 Lingkungan 1 dan kedepannya diharapkan program ini bisa menjadi model Kampung Iklim Lestari untuk Kota Bandar Lampung. Untuk kedua program ini, Pertamina mengeluarkan dana hingga lebih dari 700 juta rupiah. (ynk/ynk)




  • Bagikan