Nilai Transaksi Taman UMKM Ir. Soekarno Sehari Tembus Rp200 Juta

  • Bagikan
Kepala Dinas Perindustrian Bandarlampung Adiansyah. Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id
Kepala Dinas Perindustrian Bandarlampung Adiansyah. Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sentral Kuliner UMKM Taman Ir. Soekarno di Jl. Gatot Subroto (Gatsu) telah memasuki pekan keenam beroprasi, pasca diresmikan Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri pada, Rabu (28/10) lalu.

Kepala Dinas Perindustrian Bandarlampung Adiansyah mengatakan, setelah enam pekan beroprasi, tempat pedagang untuk berdagang di sentral kuliner semakin banyak terisi. Begitu juga dengan pengunjung yang semakin banyak setiap minggunya.



Terdata, saat ini ada sekitar 430 pedagang yang berdagang setiap akhir pekan dan ada sekitar 100 pedagang yang masuk daftar tunggu untuk berdagang di sentral kuliner.

Sedangkan untuk transaksi dalam satu hari saat ini hampir menyentuh angka Rp200 juta per hari saat cuaca cerah.

Baca Juga:   Pemkot Bandarlampung Mengaku Sudah Tak Terima Tenaga Honorer Sejak Wali Kota Baru

Saat awal dibuka, Adian mengakui masih banyak tempat yang telah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung untuk berdagang belum terisi, juga dengan omset setiap harinya yang masih berada di angka Rp100 juta. Sehingga, evaluasi dan perbaikan terus dilakukan setiap pekannya.

“Kepada pedagang kita buat surat pernyataan untuk mereka (Pedagang, red). Jika dua kali berturut-turut tidak berdagang tanpa alasan yang jelas, tempatnya akan diganti dengan pedagang baru, karena yang sudah antri dan mau dagang banyak,” ujarnya, Senin (6/12).

Sebagai daya tarik pengunjung, pemkot juga menghadirkan fasilitas lain di taman tersebut, mulai dari sentral vaksinasi Covid-19, pembuatan dokumen kependudukan, perpustakaan keliling, senam, doorprize untuk pengunjung dan pedagang, dan lainnya.

Baca Juga:   DLH Siagakan Satgas untuk Jaga Kebersihan Kali

“Tanggapan masyarakat juga bagus. Mereka senang selain tempat kuliner jadi semacam ada wisata baru. Pedagang juga meski hujan masih antusias dagang. Bunda setiap minggu juga datang,” ucapnya.

Selama enam pekan berlangsung, Mantan Kabag Protokol Setkot Bandarlampung itu membeberkan dari 430 pedagang, ada 100 pedagang yang telah diganti karena tidak berdagang dua kali berturut-turut tanpa keterangan.

“Tujuan kita untuk menghidupkan dan menjadikan wisata unggulan sentral kuliner ini, jadi harus konsisten. Sosialisasi pun gencar dilakukan mulai dari media sosial (Medsos), sepanduk-sepanduk, dan lainnya,” ungkapnya.

Saat PPKM Level 3 nanti, kata Adian sentral kuliner tetap buka, namun tanpa mengadakan senam dan doorprize yang sifatnya menimbulkan kerumunan. “Tetap buka namun hanya dagangan saja,” ungkapnya.

Baca Juga:   Mulai 2 Februari, Berikut Tujuh Titik Lokasi Bazar Murah Pemkot

Disinggung makanan dan produk apa saja yang banyak diminati, menurutnya hampir merata. Dari hasil pentauannya, dagangan yang banyak diminati lebih ke kuliner, seperti jajanan pasar dan makanan khas Lampung. Sementara, untuk minuman dari perasan jeruk.

“Kayak perasan jeruk semakin hari kata pedagangnya semakin meningkat sampai 40 kilogram menghabiskan jeruk sehari. Otak-otak bakar juga belum sampai jam 9 sudah habis mereka. Tapi kita selalu menghimbau untuk memberi harga yang terjangkau. Pengunjung dari luar kota pun semakin banyak,” terangnya. (pip/sur)






  • Bagikan