Normalisasi Way Banding Ditarget Selesai Pekan Depan

  • Bagikan
Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus Romas Yadi meninjau normalisasi Sungai Way Banding. Pekerjaan tersebut diperkirakan selesai seminggu ke depan. FOTO DOKUMENTASI BPBD TANGGAMUS
Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus Romas Yadi meninjau normalisasi Sungai Way Banding. Pekerjaan tersebut diperkirakan selesai seminggu ke depan. FOTO DOKUMENTASI BPBD TANGGAMUS

radarlampung.co.id – Pekerjaan tanggap darurat normalisasi serta perbaikan tanggul Way Banding pascabanjir beberapa waktu lalu terus dilakukan. Diperkirakan kegiatan ini selesai sepekan ke depan.

Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus Romas Yadi mengatakan, normalisasi serta perbaikan tanggul telah berlangsung selama delapan hari. Ada tiga unit ekskavator yang diturunkan. “Eskavator dari BPBD dibantu milik Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan. Mudah-mudahan seminggu ke depan sudah selesai,” kata Romas Yadi, Selasa (5/2).


Romas menambahkan, banjir bandang beberapa waktu lalu, mengakibatkan tanggul jebol sekitar 150 meter. Masyarakat yang berada di sekitar tempat tersebut berharap Pemkab Tanggamus membangun bronjong.

Terkait harapan tersebut, Romas menyatakan usulan dari masyarakat telah diteruskan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca Juga:   Empat Pekon di Wonosobo Terendam

“Saya telah bertemu langsung dengan Deputi Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB. Insha Allah tahun ini akan dilaksanakan normalisasi dan pemberonjongan oleh BNPB,” ujarnya.

Masih kaitannya dengan normalisasi Way Banding, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tanggamus tahun ini menganggarkan Rp1 miliar. Dana tersebut diperuntukkan normalisasi dan pembangunan bronjong Way Banding  di Kecamatan Bandarnegeri Semuong.

Kepala Dinas PUPR Riswanda Djunaidi mengatakan, sebelumnya akan ditentukan titik-titik yang memerlukan penanganan. Ini untuk mengantisipasi dampak kerusakan dan kerugian yang lebih besar akibat pendangkalan Way Banding serta rusaknya bronjong.

“Dengan anggaran tersebut, kita maksimalkan untuk penanganan yang memang masuk skala prioritas. Bukan berarti yang belum kita tangani tidak prioritas. Tetapi kita mempertimbangkan anggaran,” kata Riswanda. (iqb/ehl/ais)




  • Bagikan