November 2019, Ekspor Lampung Tembus USD267,91 Juta


Foto Elga Puranti/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Nilai total ekspor provinsi Lampung bulan November 2019 tercatat lebih tinggi dari Impor. Hal ini menunjukan neraca perdagangan luar negeri provinsi Lampung bulan November 2019 mengalami surplus yaitu sebesar USD111,92 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Yeane Irmaningrum mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, nilai total ekspor provinsi Lampung bulan November 2019 mencapai USD267,91 juta.





Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar USD18,81 juta atau naik 7,55 persen dibandingkan ekspor Oktober 2019, yang tercatat USD249,09 juta.

“Nilai ekspor November 2019 ini jika dibandingkan dengan November 2018 yang tercatat USD236,75 juta mengalami peningkatan sebesar USD31,15 juta atau naik 13,16 persen,” kata Yeane, Senin (16/12).

Dia melanjutkan, peningkatan ekspor November 2019 terhadap Oktober 2019 terjadi pada dua golongan barang utama yaitu lemak dan minyak hewan nabati naik 88,01 persen, serta ampas sisa industri makanan naik 21,39 persen.

Sementara golongan barang utama yang mengalami penurunan yakni batubara 39,1 persen; kopi, teh, rempah-rempah 12,54 persen; olahan dari buah-buahan sayuran 0,48 persen.

Adapun negara utama tujuan ekspor Lampung bulan November 2019 yaitu ke Pakistan yang mencapai USD53,97 juta; Amerika Serikat USD35,23 juta; Tiongkok USD18,76 juta; Malaysia USD15,98 juta; dan Spanyol USD15,8 juta. “Peranan kelimanya mencapai 51,93 persen,” ungkap Yeane.

Sementara itu, nilai Impor provinsi Lampung November 2019 mencapai USD155,99 juta atau mengalami penurunan sebesar USD71,34 juta (menurun 31,38 persen) dibanding Oktober 2019 yang tercatat USD227,32 juta.

“Nilai impor November 2019 tersebut lebih rendah USD190,09 juta atau turun 54,93 persen jika dibanding November 2018 yang tercatat USD346,08 juta,” tambahnya.

Dari lima golongan barang impor utama pada November 2019, tiga di antaranya mengalami penurunan yaitu binatang hidup turun 27,64 persen; ampas sisa industri makanan turun 62,07 persen dan mesin-mesin pesawat mekanik turun 82,28 persen.

Sedangka, 2 golongan barang lainnya mengalami peningkatan yaitu pupuk 69,43 persen dan gula dan kembang gula 18,51 persen.

Kontribusi 5 golongan barang utama terhadap total impor provinsi Lampung pada November 2019 mencapai 25,84 persen dengan rincian binatang hidup 8,55 persen; gula dan kembang gula 6,79 persen; ampas sisa industri makanan 4,34 persen; pupuk 3,4 persen; dan mesin-mesin pesawat mekanik 2,76 persen. (ega/kyd)