Nunik Ajak Stakeholder Sosaisasi Vaksin Kepada Calon Haji

  • Bagikan
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim membuka webinar Asosiasi Kesehatan Haji Indonesia (AKHI) Lampung dengan tema Berhaji di Saat Pandemi, di Ruang Kerjanya, Minggu (18/4). SUMBER FOTO: BIRO ADPIM PEMPROV LAMPUNG

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sembari menunggu kepastiaan keberangkatan haji tahun 2021, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, melalui Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, minta stakeholder terkait perketat protokol kesehatan dan lakukan sosialisasi pemberian vaksinasi kepada jama’ah calon haji Lampung. Hal ini disampaikan Nunik –sapaan akrab Chusnunia Chalim– saat membuka webinar Asosiasi Kesehatan Haji Indonesia (AKHI) Lampung dengan tema Berhaji di Saat Pandemi,  di Ruang Kerjanya, pada Minggu (18/4).

Nunik mengatakan, meski belum adanya keputusan pasti mengenai keberangkatan haji tahun ini akibat pandemi Covid-19, namun persiapan harus tetap dilaksanakan. “Kita bersama memberikan pemahaman kepada jamaah calon haji terkait kebijakan berhaji disaat pandemi ini,” ujarnya.


Menurutmya, hadirnya protokol kesehatan haji maupun umroh sangat dibutuhkan dan perlu disosialisasikan oleh seluruh stakeholder terkait. Terutama para penyelenggara travel dan kelompok bimbingan haji dan umroh. Baik pada saat perjalanan, di asrama haji, saat di pesawat, pada saat melakukan ibadah haji dan kembali ke Tanah Air.

Baca Juga:   Sekprov : Jokowi Minta Lampung Harus Banyak Infrastruktur Ramah Lingkungan

“Melalui webinar ini semoga dapat meningkatkan pengetahuan petugas dan jamaah haji tentang kebijakan berhaji di saat pandemi dan meningkatkan pengetahuan dalam menghadapi permasalahan kesehatan jamaah haji Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI Eka Jusup Singka mengatakan, penyelenggaraan haji di masa pandemi perlu melibatkan masyarakat, sehingga jamaah dapat berperan aktif dalam penerapan protokol kesehatan.

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan dalam setiap tahapan. “Penerapan prokes dan pemberian vaksinasi Covid-19 merupakan upaya preventif terhadap Covid-19. Penerapan prokes tetap harus dilaksanakan dalam setiap tahapan prosesi ibadah haji, untuk memutus rantai penularan Covid-19,” ujarnya.

Eka menyebutkan penerapan karantina dan screening jamaah haji juga menjadi upaya penanganan Covid-19 secara global di masa pandemi. “Materi manasik juga perlu diperkuat terutama tentang pemahaman dan pelaksanaan ibadah di masa pandemi/kondisi khusus/adanya halangan tertentu,” katanya.

Baca Juga:   Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Lampung Dilantik, Ini Susunan Pengurusnya

Sementara, Kepala Kanwil Kemenag Lampung melalui Kepala Bidang Pengadaan Haji dan Umrah  Ansori F Citra mengatakan Kementerian Agama sendiri masih menunggu keputusan dari Pemerintah Arab Saudi tentang keberangkat jamaah haji Indonesia.

“Berapa kuota dan berangkat atau tidaknya jamaah haji, Kementerian Agama masih menunggu keputusan dari Pemerintah Arab Saudi,” ujarnya. (pip/rls/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan