Obeng Antar Residivis ke Penjara Lagi, Dibonusi Peluru Polisi..

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Team Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung menciduk dua pelaku pencurian sepesialis pencurian rumah kosong, satu dari pelaku merupakan residivis terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas kerena melawan saat akan ditangkap.

Kedua pelaku yaitu Suryadi (32) warga Jagabaya II, Way Halim, otak perencanaan aksi dan Herman (28) warga Sukabumi, Bandarlampung. Dari keduanya petugas menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor dan obeng. Para pelaku ditangkap di daerah Sukabumi, pada Rabu (4/7) kemarin, sekitar pukul 13.00 wib.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung Kompol Harto Agung Cahyo mengatakan, kedua pelaku mencari target korbannya dengan sasaran rumah kosong dan mengincar sepeda motor yang terparkir.

Baca Juga:   Polisi Tetapkan 3 Tersangka Penganiayaan Perawat

“Yang diincar rumah kosong, dan kendaraan roda dua yang ada di rumah tersebut diambil pelaku dengan cara merusak kontaknya pakai kunci leter T,” ujarnya di Mapolresta Bandarlampung, Kamis (5/7).

Dalam aksinya, lanjut Harto, pelaku tidak segan-segan melukai korbannya menggunakan senjata tajam. “Setiap beraksi mereka membawa senjata tajam, apabila ada korban melawan mereka tidak segan-segan melukai korban dan mengancam korban,” paparnya.

Masih kata Harto, pelaku ditangkap di daerah Sukabumi, berawal dari penangkapan pelaku Herman, kemudian dikembangkan dan mengarah ke pelaku Suryadi.”Saat dilakukan penangkapan Suryadi melawan. Jadi, petugas terpaksa melumpuhkan dengan menembak kedua kaki pelaku Suryadi,” terangnya.

Ia menuturkan, pelaku Suryadi merupakan residivis yang baru keluar dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dengan kasus serupa, pelaku baru bebas sekitar satu tahun lalu.

Baca Juga:   RSUDAU Lambar Krisis Oksigen, Pasien Waiting List Isolasi di Puskesmas

“Sementara ini pengakuan pelaku sudah lima TKP. Namun, kami masih meminta keterangannya, karena kemungkinan lebih dari lima kali. Kami masih mencari kunci leter T yang masih disembunyikan oleh pelaku.

Dia menambahkan, mereka masuk ke rumah korban yang sedang ditinggal pemiliknya dengan menggunakan obeng untuk membongkar pintu atau jendela rumah korban.

“Mereka mengambil yang ada didalam rumah seperti motor dan barang berharga lainnya. Motor curian dijual ke rekannya dengan harga murah yaitu Rp. 1 juta. Tapi, kami masih lakukan pengembangan terhadap penadahnya,” tandasnya. (ndi).




  • Bagikan