ODGJ Berkeliaran di Kota Tapis Berseri

  • Bagikan
Salah satu ODGJ tengah memungut sampah di depan Minimarket Indomaret di sekitar Kampus UBL, Senin (29/7). FOTO PRIMA IMANSYAH PERMANA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Orang dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) yang kemeliaran di jalanan Kota Bandarlampung seolah tidak ada hentinya dan selalu ada setiap hari. Tidak jarang keberadaan mereka membuat resah pengguna jalan dan warga sekitar.

Berdasarkan penelusuran Radarlampung.co.id pada Senin (29/7) sekitar pukul 16.00 WIB, saat melintasi seputaran Jl. Kartini ditemukan satu ODGJ berusia sekitar 40 tahun mengenakan kaos putih tengah duduk di seberang pusat perbelanjaan Centeral Plaza.

Di sana ia tengah duduk sembari mengisap rokok dan tertawa sendiri. Kemudian saat wartawan media ini melintas di persimpangan Jl. Kartini dan Jl. Brigjen Katamso terlihat ODGJ berumur sekitar 60 tahun mengenakan kaos hitam dan training biru tengah tidur di trotoar.

Begitu pula di median Jl. Brigjen Katamso, terdapat ODGJ berumur sekitar 20 tahun yang tertawa-tertawa sendiri mengenakan kos hitam sembari memegang pelastik berkeliling di area jalan tersebut.

Selanjutnya, saat melintasi Jl. Z.A. Pagar Alam atau di sekitar minimarket Indomaret, terdapat satu ODGJ bertubu tinggi dengan pakaian kaos tangan panjang hitam dan celana panjang hitam tengah mengais-ngais kotak sampah di seputaran minimarket tersebut.

Baca Juga:   Ratusan Warga Geruduk Gerai Vaksinasi Pizza Hut

Sri (36), warga jalan Pelita II, Labuhan Ratu menuturkan ODGJ bertubuh tinggi yang sering berkemeliaran di jalan ZA Pagar Alam telah lama berputar-putar di wilayah itu. “Ya sudah lama dia kemeliaran di sini, biasanya dia suka mutar-mutar dari Jalan Pelita II, Jalan Sukardi Hamdani, dan Jalan Z.A. Pagar Alam,” ucapnya.

Ia pun merasa risih terhadap ODGJ tersebut karena sering mengacak-ngacak tempat sampah dan buang air bersih atau bahkan BAB sembarangan. “Baunya itu busuk banget, dia suka buang air besar di pinggir jalan, sambil ngais-ngais kotak sampah mencari makan,” ungkapnya.

Tidak jarang, ODGJ tersebut menyerang warga saat tengah melintas. “Pernah tetangga depan rumah ini kan usaha rongsok, saat tetangga lagi merapihin rongsokan dia (ODGJ, red) lewat, seketika memukul tetangga saya, mungkin dikira tetangga saya mau merebut makanan dia,” ucapnya.

Baca Juga:   Pemkot Bagikan Obat Covid-19 ke Masyarakat

Sementara saat dikonfirmasi Plt. Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Bandarlampung Suhardi Syamsi, menuturkan tentu ada penertiban terkait ODGJ di jalan yang meresahkan. “Ya sudah bagian dari penertiban kami, kita punya Tibum Sosial,” ucapnya, Senin (29/7).

Namun yang sering menjadi kesulitan Tim Tibum sosial adalah ODGJ sering sembunyi-sembunyi. “Ya misal tim Tibum Sosial lagi menyisir di daerah Teluk dan ada laporan di daerah Kedaton, saat tim ke arah Kedaton ODGJ-nya sedang tidak ada atau suka nyumput-nyumput,” terangnya.

Prinsipnya, menurut Suhardi Banpol PP setelah mengamankan ODGJ dari jalan diserahkan ke Dinas Sosial. “Namun memang solusi ini tidak permanen karena Dinsos tidak punya panti penampungan ODGJ,” ucapnya.

Ia pun menambahkan bahwa ODGJ yang banyak berkemeliaran di Kota Tapis Berseri ini banyak berdatangan dari luar daerah. “Ya ini yang perlu digaris bawahi bahwa ODGJ yang ada di kita ini banyak dari luar daerah,” ungkapnya. (pip/sur) 




  • Bagikan