OJK Berlakukan Kredit Kendaraan Tanpa DP

  • Bagikan
radarlampung.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan ketentuan baru untuk pembiayaan kendaraan mobil dan motor. Ketentuan down payment (DP) yang sebelumnya minimal 5 persen, kini diterapkan menjadi nol persen dari harga jual kendaraan.
Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Lampung, Dwi Krisno Yudi Promono mengatakan, ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 yang diterbitkan 27 Desember 2018.
“Aturanya sudah diterbitkan Desember 2018. Jadi DP yang sebelumnya minimal 5 persen, diubah menjadi minimal nol persen. Tapi ini diterapkan dengan ketentuan yang tertera pada POJK itu,” katanya kepada radarlampung.co.id, Kamis (10/1).
Dwi juga mengatakan, ketentuan DP nol persen untuk pembiayaan kendaraan bermotor ini juga akan dikembalikan kepada masing-masing perusahaan pembiayaan (multifinance) dengan berbagai pertimbangan. “Jadi bisa saja perusahaan pembiayaan memberlakukan DP di atas nol persen itu,” tambahnya.
Dalam Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 disebutkan, ketentuan DP nol persen dapat diberlakukan untuk kendaraan motor dan mobil, dengan mempertimbangkan rasio pembiayaan bermasalah (Nonperforming Financing/NPF) netto lebih rendah atau sama dengan satu persen. “Jadi dilihat juga tingkat kesehatan keuangan perusahaan masuk kategori sehat atau tidak,” tambahnya.
Sedangkan, perusahaan dengan NPF netto berkisar di atas 1 persen dan di bawah 3 persen, wajib menerapkan DP untuk kendaraan bermotor (mobil dan motor) sebesar 10 persen. Kemudian, perusahaan dengan NPF netto di atas 3 persen hingga di bawah 5 persen, wajib menerapkan uang muka untuk seluruh jenis kendaraan bermotor sebesar 15 persen.
Kemudian, perusahaan pembiayaan yang tidak memenuhi tingkat kesehatan keuangan dengan NPF netto sebesar 5 persen, wajib memenuhi ketentuan uang muka kendaraan bermotor roda dua atau tiga, serta roda empat atau lebih untuk pembiayaan investasi paling rendah 15 persen, dan kendaraan bermotor roda empat atau lebih untuk pembiayaan multiguna paling rendah 20 persen.
Sementara, perusahaan pembiayaan dengan NPF netto di atas 5 persen wajib memenuhi ketentuan uang muka untuk kendaraan bermotor roda dua atau tiga, serta roda empat atau lebih untuk pembiayaan investasi paling rendah 20 persen. Serta, kendaraan bermotor roda empat atau lebih untuk pembiayaan multiguna paling rendah 25 persen. (ega/kyd)

Baca Juga:   Sempat Naik 180%, Penjualan Elektronik Drop ke 40%


  • Bagikan