OJK Luncurkan SCF Untuk UMKM

  • Bagikan
Ketua OJK Lampung, Bambang Hermanto, Ketua Kadin Lampung, Muhammad Khadafi, Chairman Radar Lampung group H. Ardiansyah dan tamu undangan saat foto bersama dalam acara Asistensi mengenai Securities Crowdfunding kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Lampung, di Swiss-belHotel Lampung, Senin (1/11). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Ketua OJK Lampung, Bambang Hermanto, Ketua Kadin Lampung, Muhammad Khadafi, Chairman Radar Lampung group H. Ardiansyah dan tamu undangan saat foto bersama dalam acara Asistensi mengenai Securities Crowdfunding kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Lampung, di Swiss-belHotel Lampung, Senin (1/11). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Guna membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk bangkit kembali, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung meluncurkan Securities Crowdfunding (SCF).

Ini merupakan salah satu alternatif bagi UMKM yang terdampak pandemi COVID-19, untuk mendapatkan sumber pendapatan umum.


Hal tersebut disampaikan Ketua OJK Lampung, Bambang Hermanto dalam acara Asistensi mengenai Securities Crowdfunding kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Lampung, di Swiss-belHotel Lampung.

“Securities Crowdfunding ini diharapkan dapat membantu UMKM yang terdampak COVID-19, terutama mereka yang menjadi mitra pemerintah,” ujarnya, Senin (1/11).

Dalam SCF sendiri nantinya akan menggunakan metode pengumpulan dana dengan skema patungan yang dilakukan pemilik bisnis atau usaha, untuk memulai dan mengembangkan bisnis mereka.

Untuk saat ini, SCF dapat memenuhi kebutuhan pendanaan jangka panjang para UMKM. “Khususnya untuk UMKM binaan pemerintah Provinsi Lampung,” tambahnya.

Dia berharap, SCF ini juga dapat didukung oleh berbagai pihak seperti Kadin Lampung, Bank Indonesia dan lembaga keuangan lain yang memang bertanggung jawab di bidang keuangan.

Baca Juga:   Dukung Protokol Covid Melalui Pembelian Tiket Ferry, BRI Luncurkan Peduli Lindungi Melalui Agen BRILink

Di samping itu, SCF juga telah memiliki payung hukum yang diatur dalam Peraturan OJK (POJK) nomor 57/POJK.04/2020, tentang penawaran efek melalui layanan urun dana berbasis teknologi informasi (Securities Crowdfunding).

“Melalui SCF, para investor dan pihak yang membutuhkan pendanaan dapat dengan mudah dipertemukan dalam satu platform. Investor juga akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk bagi hasil yang dilakukan secara periodik,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Lampung, Muhammad Khadafi dalam sambutannya mengatakan, dengan dilakukannya vaksinasi dan penanganan COVID-19 yang membaik, kegiatan usaha di Lampung diharapkan dapat kembali bergerak aktif.

Pihaknya berharap dengan kegiatan asistensi Securities Crowdfunding yang dilakukan OJK Lampung dan stakeholder terkait dapat memberikan masukan untuk mendorong penggiat UMKM agar segera bangkit.

Baca Juga:   Kinerja Solid, BRI Raih Dua Penghargaan Bisnis Indonesia Top BUMN Award

“Kami harap dalam kegiatan ini dapat memberikan masukan bagi kita guna mendorong UMKM untuk naik kelas. Sebab itu merupakan salah satu indikator kesuksesan provinsi Lampung,” katanya.

Seperti yang diketahui, sambung dia, Indonesia telah memasuki bonus demografi. Ini merupakan PR bersama, untuk meneruskan estafet kepemerintahan ke tangan generasi muda Indonesia.

“Kita punya peluang luar biasa, melihat dari negara-negara lain. Mereka bisa memanfaatkan bonus demografi dan membuat masa keemasan bangsa mereka. Sehingga bisa menjadi negara adidaya. Seperti Cina dan India,” katanya.

Bahkan, menurut dia, India saat ini memiliki presentase enterpreuner sebesar 7 persen yang menyetarai Singapura. Menurutnya Indonesia juga memiliki kesempatan yang sama dengan tenaga kerja produktif berkisar diangka 63 persen.

“Mudah-mudahan dengan SCF ini bisa memberikan semangat baru bagi UMKM untuk mulai memanajemen dan mengembangkan usaha mereka,” tandasnya. (Ega/yud)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan