Olah TKP Selesai, Ditlantas Polda Masih Analisa Kecelakaan di Jalintim KM 266-277

  • Bagikan
FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pihak Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Lampung telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terhadap kejadian kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan lintas timur (jalintim) Sumatera Km 266-277, Kampung Terbanggi Ilir, Kecamatan Bandarmataram, Lampung Tengah, Selasa (22/10) sekitar pukul 06.00 WIB.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung Kombes Pol Chiko Ardwiatto mengatakan, di dalam proses lanjut terkait kecelakaan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap supir truk warna hijau nopol BE 8135 QP bermuatan batu bata.

“Supir masih dimintai keterangan. Posisi dalam kronologis kecelakaan itu, kita masih dalam proses pendalaman dan menganalisa kenapa kejadian (lakalantas, red) itu bisa terjadi,” ujarnya, Rabu (22/10).

Langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh pihaknya yakni melakukan pemeriksaan sesuai prosedur yang ada. “Hasil dari olah TKP mobil itu agak menggunakan marka jalan lainnya. Kurang lebih 2,5 meter dia masuk ke jalur yang lain lalu menabrak truk,” bebernya.

Baca Juga:   Polisi Bubarkan Aksi Balapan Liar di Sultan Agung

Untuk itu pihaknya terus melakukan pengantisipasian dengan cara akan memasang beberapa rambu-rambu lalu lintas di jalur yang telah dianggap rawan lakalantas.

“Rambu-rambu itu sifatnya portable dan permanen, dan itu memang sudah diatur oleh Peraturan Daerah (Perda). Kita sudah informasikan ke Dinas Perhubungan (Dishub), nanti terkait pelaksanaan di mana-mana titik simpul yang spot dan troublespot di situlah kita memasang rambu juga melakukan beberapa upaya seperti operasi zebra,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, lakalantas terjadi di jalan lintas timur Sumatera Km 266-277, Kampung Terbanggi Ilir, Kecamatan Bandarmataram, Lampung Tengah, Selasa (22/10) sekitar pukul 06.00 WIB. Berdasarkan informasi yang diperoleh empat orang meninggal di tempat dan tiga kritis.

Baca Juga:   Ingin Follower Bertambah, Motif Oknum Guru Sebar Hoaks Video Kerusuhan Metro

Lakalantas terjadi antara truk hijau BE 8135 QP bermuatan batu bata dan pikap Gran Max BD 9157 EZ. Bata yang dimuat truk tumpah dan mobil Gran Max hangus terbakar.

Korban meninggal yang telah teridentifikasi bernama Sunarjo (73), Kosirin (43), Nabila Karis Saputri (9), dan Reno (49), keempatnya warga Kampung Sumberagung, Kecamatan Seputihmataram.

Sementara korban luka di antaranya Dasimanto (30), M. Saleh Akbar (23), Syafei (35), Wanto (37), Siti Khalifah (35), Soleman (10), dan Riyanto (35) kesemuanya warga Kampung Sumberagung. (ang/sur)




  • Bagikan