Oman

  • Bagikan

Radarlampung.co.id – Akhirnya saya mendarat lagi di Muscat. Rabu kemarin. Setelah lebih 40 tahun tidak ke Oman.

Ke Oman-lah saya pertama kali ke luar negeri. Sebagai wartawan Tempo. Tahun 1978 atau 1979. Sekitar itu.


Sejak itu saya tidak pernah ke sana lagi.

Sebelum ke Oman saya memang pernah ke Tawau. Saat saya jadi wartawan pemula di Samarinda. Dapat tugas liputan ke Nunukan.

Saya belum pernah punya paspor. Camat Nunukan-lah yang membuatkan pas lintas-batas. Dengan KTP sementara warga Nunukan.

Tapi itu tidak saya anggap ke luar negeri. Karena tidak pakai paspor. Ke sananya pun naik speed boat. Di sana juga pakai bahasa Indonesia. Makanan di warungnya sama. Piring-gelasnya sama. Pokoknya bukan luar negeri sama sekali.

Baca Juga:   Singgung Nasib Karyawan, Ini Curhatan H. Sony Kala Semua Gerai Bakso Sony Ditutup

Baru saat ke Oman itulah merasa sudah ke luar negeri.

Kini saya tidak kenal lagi Muscat yang dulu. Sudah berubah total. Hanya rajanya yang masih sama: Sultan Qaboos. Dan hotelnya yang juga masih sama: Intercontinental Hotel.




  • Bagikan