Ombudsman Tanggapi Fenomena Minimnya Pendaftar PPDB SMK

  • Bagikan
ILUSTRASI INTERNET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menanggapi ribuan kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK yang kosong se-Provinsi Lampung, Ombudsman Kantor Perwakilan Lampung mengaku belum mengetaui data pasti laporan tersebut.

“Saya sendiri belum punya datanya, intinya kami kenapa ingin semua itu optimal dan transparan, pertama kebutuhan masyarakat atas pendidikan itu masih sangat dibutukan, terutama di sekolah negeri dan tidak semua masyarakat itu mampu. Sehingga pemenuhan kuota di sekolah negeri harus dioptimalkan,” kata Kepala Ombudsman Lampung Nur Rokhman Yusuf, Minggu (27/6).

Menurutnya, banyak aspek yang perlu diambil oleh Dinas Pendidikan dalam menghadapi PPDB ini agar masyarakat bisa terdukasi dan tidak kekurangan sosialisasi.

“Itu juga sempat dibicarakan, saya tidak melihat peran lebih besar yang diambil dari Dinas Pendidikan. Sebetulnya kan kalau di Pemendikbud-nya sebelum diumumkan sekolah harus melaporkan ke dinas terkait kuota yang mendaftar dan membutuhkannya. Sehingga mengetahui rombel yang mana sudah terisi dan masih harus diisi agar bisa dipindah ke sekolah terdekat. Dengan begitu semua terpenuhi, di Permendikbud-nya seperti itu,” ujarnya.

Baca Juga:   Polda Lampung-UTI kembali adakan gerai Vaksin Presisi di UTI

Saat ditanya apakah tahun ini Ombudsman bakal mengusulkan PPDB tahap kedua untuk mengatasi kekosongan pada sekolah negeri yang ada, dirinya belum bisa memastikan.

“Kita belum tahu ni, kenapa tahun lalu kita minta (tahap kedua), itu karena banyak laporan masuk dan kita melihat itu tidak optimal. Akhirnya kita minta itu dioptimalkan saja, karena daya tampung sekolah kan masih kurang dengan jumlah sekolah. Kalau itu tindakan selektif kami, tapi kalau tahun ini kita belum tahu seperti apa datanya, dan  laporannya seperti apa (dari Disdik),” pungkasnya. (mel/sur)




  • Bagikan